spot_img
Thursday, April 25, 2024
More
    spot_img
    HomeBeritaProgram Strategis Bupati ASA di Bidang Peternakan Berlanjut di Tahun 2022

    Program Strategis Bupati ASA di Bidang Peternakan Berlanjut di Tahun 2022

    Dengar SBFM Live di sini

    -

    Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

    SINJAI, – Beberapa program strategis yang digulirkan dimasa pemerintahan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA), khususnya di bidang peternakan tetap berlanjut pada tahun 2022 mendatang.

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) H. Burhanuddin mengemukakan, dalam mendukung pencapaian visi misi Bupati Sinjai, rencana kerja 2022 mendatang yang akan didorong dan disukseskan salah satunya program Inseminasi Buatan (IB).

    Dalam program ini, pihaknya menyiapkan layanan 4.000 ekor sapi untuk yang disubsidi pemerintah. Selain itu, DPKH juga mendorong program IB mandiri.

    Menurut, Burhanuddin program IB mandiri ini didorong lantaran pelayanannya lebih paripurna. Berbeda yang disiapkan oleh pemerintah, itu terbatas pada jenis bibitnya.

    “Kalau yang disiapkan pemerintah kan kita terbatas pada jenis-jenis bibit, sementara IB mandiri mereka bisa memilih mau yang superior mau yang kelas atas itu ada semua karena mereka membiayai sendiri. Nah layanan itu akan kita buka juga,” kata Burhanuddin, Rabu (22/12/2021).

    Masih kata Burhanuddin, pada tahun 2022 mendatang pihaknya juga akan mengembangkan Kampung IB disetiap kecamatan sebagai percontohan terkait proses penanganan IB secara terpadu.

    “Kampung IB ini akan dikembangkan di kecamatan, sehingga di desa-desa yang ada bisa mencontoh bahwa kalau kita mau IB nya sukses mau dapat penghasilan yang jauh lebih tinggi metode yang diterapkan seperti yang di kampung IB,” ujarnya.

    Lebih lanjut Burhanuddin mengatakan bahwa, pihaknya juga tetap mendukung penyediaan asuransi usaha ternak sapi. Dimana pemerintah menyiapkan subsidi untuk 1.000 ekor sapi, sedang untuk mandiri bakal tersedia untuk 8.000 ekor.

    “Karena setelah kita lihat di lapangan ternyata memang animo masyarakat untuk berasuransi sangat besar, mereka tidak segan untuk mengeluarkan uang Rp40.000 untuk dapat jaminan bahwa ketika sapi mereka mati atau di curi, itu bisa dapat sampai Rp10 juta,” jelasnya. (Tim Website)

    Related articles

    -
    Ubah Bahasa :
    -

    Latest posts