Pertemuan TPKJM Upaya Penanganan ODGJ di Kabupaten Sinjai

0
34

Meningkatnya angka Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sinjai, disikapi dengan cepat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai dengan mengadakan pertemuan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa (TPKJM) di Aula Hotel Grand Rofina, Kamis (07/11/19)

Kegiatan ini, guna meningkatkan peran serta lintas sektor dalam pelaksanaan upaya pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa di masyarakat secara terpadu dan berkesinambungan.

Pertemuan TPKJM dalam rangka penanganan ODGJ, kemudian diapresiasi Wakil Bupati Sinjai Hj Andi Kartini Ottong saat menghadiri kegiatan tersebut mewakili Bupati Sinjai.

Dalam sambutannya, Kartini menyampaikan masalah ODGJ memerlukan penanganan kesehatan jiwa di komunitas yang lebih bersinergi dari lintas sektor, mengingat masalah kesehatan jiwa merupakan masalah kompleks.

Lebih lanjut dikatakan, prinsip kesehatan jiwa masyarakat agar dititik beratkan pada upaya promotif dan preventif, kerjasama lintas sektoral dan meningkatkan peran serta masyarakat pendidikan dan latihan bagi para petugas.

“Semoga dengan pertemuan ini fungsi TPKJM yang terbentuk sejak Akhir Juli kemarin dapat bersinergi sehingga penanganan ODGJ tepat dan yang pasti dapat ditekan”, katanya.

Senada diungkapkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr Andi Suryanto Asapa.

Ia berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat semakin meningkatkan peran serta semua stackholder terkait, dalam hal penanganan gangguan jiwa di masyarakat.

Seperti contohnya ODGJ yang tidak mempunyai keluarga dan identitas, maka Disdukcapil Akan mengeluarkan identitas dan Dinsos sebagai penanggung jawabnya.

“Jadi persoalan yang kita hadapi sekarang mengenai ODGJ yang tidak mempunyai identitas dan keluarga, termasuk ditolak kembali oleh keluarganya jika sudah sembuh, nah ini yang kita perdalam carikan solusinya. Alhamdulillah ada jalan dan disepakati pembuatan identitas oleh Capil”, jelasnya.

Dari data Dinkes Sinjai, ODGJ per september tahun 2019 di angka 441 ODGJ, atau meningkat 40 persen dibandingkan dengan data tahun 2018 yang hanya di angka 300 ODGJ. (Irawan Kominfo Sinjai)