Penyakit Jembrana Terdeteksi di Sinjai, DPKH Bergerak Cepat Lakukan Penyuntikan

0
121

SINJAI, – Setelah Penyakit mulut dan kuku (PMK), kini penyakit Jembrana yang menyerang ternak sapi terdeteksi di Kabupaten Sinjai. Akibatnya belasan sapi dilaporkan mati.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), drh. Mappamancu mengungkapkan, penyakit Jembrana saat ini terdeteksi di beberapa Kecamatan diantaranya, Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Selatan dan Kecamatan Tellulimpoe.

“Total kasus yang sakit sebanyak 29 ekor. 12 ekor dilaporkan mati kemudian ada juga dilakukan pemotongan bersyarat 3 ekor, sisa kasus ada 14 ekor sapi,” ungkapnya, Jumat (25/11/2022).

Penyakit tersebut kata dia, dapat menular lewat kontak langsung antar hewan yang sakit dan bisa lewat Vektor berupa gigitan serangga lalat nyamuk atau caplak disebabkan oleh Mikroorganisme Virus.

Karena itu, pihaknya telah melakukan penyuntikan obat pada masing-masing lokasi yang ditemukan kasus. Melakukan Komunikasi Edukasi Informasi (KIE) kepada para peternak untuk memberantas serangga (Nyamuk, lalat, dan caplak) pada ternak yang dapat membantu penularan penyakit.

“Kita juga sudah komunikasi ke Provinsi untuk alokasi vaksin dan sudah dibuat juga surat edaran kewaspadaan kepada para camat lurah, kepala desa dalam proses distribusi,” ujarnya.

Mappamancu berharap, peran serta masyarakat demi melindungi dari kerugian ekonomi akibat termahal sakit bahkan kematian ternak akibat penyebaran penyakit Jembrana maupun penyakit lainnya.

“Diharapkan peran serta masyarakat untuk tidak melalulintaskan ternak antar daerah/lokasi tanpa pemeriksaan petugas peternakan dan Kesehatan Hewan, dan apabila ditemukan ternak sakit segera dilaporkan pada petugas peternakan kecamatan,” pungkasnya. (Tim Website)

Previous articleBegini Ungkapan Terima Kasih Siswa di Momentum Hari Guru
Next articleHarapan Warga Sinjai di Hari Guru Nasional Tahun 2022