spot_img
Friday, June 2, 2023
More
    spot_img
    HomeBeritaTerpilih Sebagai Sekolah Penggerak, Ini yang Dilakukan SMPN 1 dan SDN 103...

    Terpilih Sebagai Sekolah Penggerak, Ini yang Dilakukan SMPN 1 dan SDN 103 Bontompare

    -

    SINJAI, – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri  1 Sinjai merupakan satu di antara tujuh sekolah yang ada di Kabupaten Sinjai menjadi pilot project penerapan program sekolah penggerak.

    Sekolah Penggerak yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merupakan program merdeka belajar, yang memberikan keleluasaan kepada guru untuk menggunakan kreativitas dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah berbasis proyek sebagai kurikulum sekolah penggerak.

    Kepala Sekolah SMPN 1 Sinjai Syamsul Rijal saat ditemui, Jumat (26/8/2022) mengaku bersyukur dan bangga atas ditunjuknya SMPN 1 Sinjai sebagai sekolah penggerak.

    Meski penerapan program sekolah penggerak baru dilaksanakan pada tahun ajaran 2023/2024, namun pihaknya saat ini sudah melakukan berbagai persiapan, salah satunya dengan mulai menerapkan kurikulum merdeka.

    “Alhamdulillah dengan adanya kebijakan dari Dinas Pendidikan Sinjai terkait kurikulum merdeka yang sudah mulai diterapkan saat ini, tentu membantu kami dalam menyiapkan menjadi sekolah penggerak,” jelasnya.

    Lebih lanjut dikatakan, sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah penggerak akan diberikan bantuan dana dari Kemendikbud untuk kegiatan peningkatan sarana dan prasarana serta peningkatatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) guru.

    “Jadi akan ada pendampingan yang dilakukan oleh Kemendikbud kepada tenaga pendidik untuk meningkatkan performanya,” tuturnya.

    Selain itu untuk mendukung program ini pihaknya juga telah memiliki satu sistem yaitu zona SMP 1 dimana segala bentuk modul ajar menggunakan sistem digitalisasi.

    Kepala SDN 103 Bontompare Edy Syukri

    Sementara itu, Kepala SDN 103 Bontompare Edy Syukri juga mengaku bangga atas ditunjuknya sekolah yang berada di jalan Stadion mini ini sebagai sekolah penggerak.

    Menurutnya, sekolah penggerak ini berawal dari Kepala Sekolah yang mengikuti seleksi sebagai Kepala Sekolah penggerak.

    “Di Sinjai ada sekitar 100 lebih Kepala Sekolah mendaftar untuk menjadi Kepala Sekolah penggerak. Ditahapan akhir terpilih 7 Kepala Sekolah Penggerak di Sinjai yang otomatis sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah penggerak,” jelasnya.

    Untuk menyongsong program Kemendikbud ini, pihaknya saat ini melakukan berbagai persiapan diantaranya membenahi sarana dan prasarana sekolah serta merancang inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

    Beberapa inovasi yang saat ini dirancang yakni SPA Panrita 103 (Sekolah Penitipan Anak Pekan Religi Terintegrasi 103) dan Menabung Berbagi.

    “Konsep dari SPA Panrita ini siswa diberi pelajaran tambahan seperti pendalaman baca tulis Al-Quran dan Bahasa Inggris sedangkan Menabung Berbagi konsepnya yaitu selain menabung, siswa diajarkan untuk berbagi kepada warga kurang mampu,” bebernya. (Tim Website)

    Related articles

    Stay Connected

    0FansLike
    0FollowersFollow
    2,915FollowersFollow
    0SubscribersSubscribe

    Latest posts