Upaya Pemkab Sinjai Hadapi Wabah PMK, Masyarakat Diminta Ikut Berperan Aktif

0
211

SINJAI, – Pemerintah Kabupaten Sinjai tidak tinggal diam menyikapi wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) pada ternak yang kini telah menjangkiti sedikitnya 30 ekor Sapi di Bumi Panrita Kitta’.

Agar penyakit tersebut tidak melebar di wilayah Sinjai, Dinas Peternakan terus melakukan berbagai upaya salah satunya dengan melakukan pemantauan atau identifikasi ternak yang diduga terinfeksi PMK.

“Termasuk melakukan sosialisasi kepada peternak terkait akan dampak yang ditimbulkan terhadap penyakit Sapi tersebut,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan (DPKH) Sinjai, H. Burhanuddin, Kamis (4/8).

Tak hanya itu, pihaknya ikut memberikan edukasi kepada peternak untuk aktif melakukan disinfektan menggunakan bahan yang ada seperti larutan cuka, bayclin dan soda api untuk pencegahan awal.

“Petugas kami saat ini terus melakukan sosialisasi ke peternak untuk mengindentifikasi awal jika ada Sapi sakit. Kepada peternak, laporkan ke kami supaya bisa kita lokalisir segera,” sambungnya.

Langkah lainnya, memperketat pengawasan lalu lintas ternak.

“Pak Bupati telah memerintahkan kami untuk melakukan berbagai upaya, agar penyakit Sapi ini tidak meluas di Sinjai, beliau tak ingin peternak kita mengalami kerugian.

Menurut Burhanuddin, saat ini pihaknya membutuhkan kurang lebih 200 ribu dosis vaksin untuk wabah PMK. Jumlah itu sesuai populasi Sapi yang ada di Kabupaten Sinjai berkisar 124 ribu ekor.

“Saat ini yang tersedia baru 800 dosis, insya Allah Minggu depan ada lagi bantuan vaksin dari Kementerian pertanian kira-kira jumlahnya 2.000 dosis,” jelasnya. (Tim Website)

Previous articleTerima Kunjungan Konjen Australia, Bupati ASA: Ini Peluang Untuk Kerja Sama di Berbagai Sektor
Next articleBupati ASA Jadi Pembicara di Webinar Program Literasi Digital