Trend Wisata Sinjai Ditengah Adaptasi Kebiasaan Baru

0
110

SINJAI – Pandemi Covid-19 bukan saja berdampak pada sektor pendidikan dan sektor ekonomi. Namun wabah ini juga berdampak pada sektor lainnya yakni pariwisata.

Melihat fenomena itu, pemerintah berupaya kembali membangkitkan sektor pariwisata. Pemerintah pun kembali membuka secara bertahap sejumlah kawasan pariwisata.

Hal itu dilakukan sebagai upaya dimulainya aktivitas atau adaptasi kebiasaan baru, di tengah pandemi Covid-19. Untuk di Kabupaten Sinjai sendiri, sejumlah objek wisata yang dibuka sejak 20 Agustus lalu, kini ramai dikunjungi wisatawan. Seperti halnya, Objek Wisata Hutan Mangrove Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur.

Tak ayal, wisata yang baru-baru ini dikunjungi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Dr. Drs. Boy Rafli Amar, berhasil menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp225 juta lebih pada bulan September lalu.

“Alhamdulillah untuk PAD yang kita harapkan berjalan sesuai target waktunya. Mudah-mudahan dalam waktu tiga bulan kedepan seluruh target penerimaan kita untuk PAD seluruh objek wisata bisa tercapai,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, Haerani Dahlan, saat ditemui di Kantornya, Selasa (13/10/2020).

Dikatakan Haerani, geliat wisata dalam adaptasi kebiasaan baru saat ini adalah hal yang dinantikan masyarakat atau wisatawan. Terbukti trend di media sosial (Medsos) hampir semua objek wisata ramai dikunjungi.

“Kalau trendnya yang paling ramai saat ini adalah Objek Wisata Pantai Mallenreng, mungkin karena momentnya di buka pas setelah penerapan adaptasi kebiasaan baru,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Haerani menghimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang berwisata untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Apalagi, seluruh objek wisata yang dikelola Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai telah dilengkapi sarana protokol kesehatan.

“Semua petugas sudah kami bekali dengan masker, handscoon. Kemudian untuk pengunjung kami siapkan tempat cuci tangan,” tandas Haerani. (Tim Website)