Dorong Produktivitas Pertanian, Bupati ASA Pastikan Bangun 3 Irigasi Tersier dan 7 Air Tanah Dangkal

0
219

SINJAI, – Memasuki tahun keempat pemerintahannya, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian, salah satunya melalui program pembangunan jaringan irigasi tersier maupun air tanah dangkal.

Pembangunan infrastruktur pertanian ini untuk sektor tanaman pangan dan sektor perkebunan tersebar di lima kecamatan seperti Kecamatan Sinjai Barat, Sinjai Tengah, Sinjai Utara, Sinjai Selatan dan kecamatan Sinjai Timur.

Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) mengatakan, pembangunan jaringan irigasi tersier dan tanah dangkal ini bertujuan untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan fungsi saluran irigasi yang masuk ke lahan pertanian hortikultura maupun perkebunan.

“Ini langkah kita untuk lebih meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan kita dengan memaksimalkan fungsi jangkauan irigasi karena ketika banyak lahan yang dialiri air otomatis perkembangan komoditi yang akan ditanam juga dipastikan subur sebab suplai air terpenuhi dengan baik,” kata Bupati ASA.

Alumni Monas Australia University ini berharap kelak jaringan irigasi yang dibangun tahun ini dapat dijaga dengan baik sehingga pemanfaatannya dirasakan dengan waktu yang lama.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sinjai melalui Kasubag Program, Laode Ahmad Patu mengemukakan, upaya Bupati ASA untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan di Sinjai dilakukan melalui rehabilitasi tiga paket jaringan tersier dan tujuh paket pembangunan irigasi tanah dangkal. Total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp1,275 Miliar.

Rencana pembangunan infrastruktur pertanian ini diantaranya tiga paket rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp225 juta di P3A Tamajeng Kelurahan Tassililu, Sinjai Barat, Kelompok Tani Kolasa II Desa Kampala, Sinjai Timur dan Kelompok Tani Pattalassang 1 Desa Boto Lempangan Sinjai Barat.

Untuk pembangunan empat paket irigasi air tanah dangkal sektor tanaman pangan sebesar Rp609 juta diperuntukkan di Kelompok Tani Sipatokong Desa Baru, Kelompok Tani Benteng-bentenge Desa Saohiring, Kelompok Tani Mattumpu Kelurahan Bongki, Kelompok Tani Tanah Didih Desa Puncak.

Kemudian pembangunan tiga paket irigasi air tanah dangkal sektor perkebunan sebesar Rp 450 juta, bagi Kelompok Tani Bulu Lohe Desa Bonto, Kelompok Tani Marannu II Desa Saohiring dan Kelompok Tani Magganreng Desa Mattunreng Tellue.

“Jadi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan air tanah dangkal bersumber dari DAU maupun DAK Kementerian Pertanian (Kementan). Alhamdulillah hasil komunikasi dan koordinasi pak Bupati membuahkan hasil,” kata Laode, Senin (27/6)

Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier maupun air tanah dangkal kata dia untuk memberikan ketersediaan air bagi tanaman hortikultura yang berada di daerah tersebut.

“Jadi yang memang ada sumber airnya kita bangun dalam rangka mendukung dan meningkatkan produktivitas pertanian sesuai harapan pak Bupati sehingga pendapatan petani lebih meningkat,” jelasnya.

Sekadar diketahui, tahun ini sebanyak tujuh paket irigasi besar yang kembali direhab Pemkab Sinjai, termasuk dua pembangunan irigasi baru di Kecamatan Sinjai Tengah dan Bulupoddo dengan total anggaran Rp19 Miliar lebih. (Tim Website)

Previous articlePutra Putrinya Diikutkan Di MTQ Sulsel, Orangtua Peserta Berterima Kasih ke Pemkab Sinjai
Next articleDiskominfo Kembali Terima Magang Mahasiswa IAIN Bone