Pernyataan Jubir Pemda Soal Pasien PDP Warga Sinjai yang Meninggal di Makkassar

0
2392

SINJAI – Publik dikagetkan dengan adanya salah seorang pasien MN (84) yang meninggal dunia karena diagnosa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di RSUD Haji Kota Makassar pada Kamis, (9/4/2020) sekira pukul 18.55 WITA.

Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Sinjai identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), MN merupakan warga Kabupaten Sinjai yang sejak tahun 2018 lalu tinggal di Kota Makassar.

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai, dr. Andi Suryanto Asapa mengungkapkan, almahrum telah di makamkan di Lokasi Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi Sulsel Jalan Poros Macanda Lingkungan Garaganti Kelurahan Romang Polong Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Kamis (9/4) malam.

Proses pemakaman kata dia, berlangsung aman dan kondusif yang dilakukan langsung oleh Tim Gugus Tugas atau Satgas khusus pemakaman jenazah Covid-19.

“Menyangkut pasien tersebut yang berasal dari Sinjai tadi malam dengan koordinasi gugus tugas atau satgas khusus pemakaman itu sudah diambil langsung dari Rumah Sakit Haji Makassar dan langsung di Makamkan,” ungkap dr. Dedet sapaannya saat ditemui, Jumat (10/2/2020) pagi.

Dari hasil koordinasi dari intelejen Dandim 1424 Sinjai dan Kapolres Sinjai lanjut dr. Dedet, almarhum dari Rumah Sakit Haji Makassar langsung diantar dengan mobil jenazah menuju ke pemakaman.

“Pasien yang meninggal ini ber penduduk Sinjai tapi tinggal di Makassar, alamatnya di Mallengkeri Luar, Kelurahan Manggasa Rampokalling Kota Makassar,” jelasnya.

“Laporan resmi dari Pak Kapolres dan Pak Dandim semua sudah clear sehingga anaknya yang berangkat malam karena tidak pernah ketemu selama pengobatan, ditengah jalan langsung pulang kembali di Sinjai,” sambungnya.

Lebih lanjut dr. Dedet mengatakan, bahwa saat ini salah satu keluarga dari almarhum merupakan Orang Dalam Pengawasan (ODP). Kata dia, yang bersangkutan tengah berada di Kalimantan

“Dia kelurga almarhum ditemukan pada waktu datang ke Sinjai dan baru di isolasi selama 13 hari dia berangkat dari Sinjai tanpa melapor katanya di Makassar tetapi informasi terakhir dari puskesmas dia sekarang di Kalimantan,” katanya.

“Sementara kita lakukan tracking mudah-mudahan secepatnya saya dapat nomor teleponnya sehingga bisa minta bantuan dari pak Dandim dan Kapolres apakah yang bersangkutan ini benar-benar ada di Makassar atau di Kalimantan,” tandas dr. Dedet.

Sekaitan dengan Covid-19 yang saat ini menjadi perhatian dunia, dr. Dedet menghimbau kepada seluruh warga untuk tetap mengikuti protokol kesehatan covid-19. Yang terpenting imbuhnya, tetap menjaga kesehatan tubuh dan mengikuti imbauan pemerintah daerah. (Jum Kominfo Sinjai)