spot_img
Sunday, March 3, 2024
More
    spot_img
    HomeBappedaPemkab Gandeng FKIK Unismuh Gelar FGD tentang Penurunan Stunting

    Pemkab Gandeng FKIK Unismuh Gelar FGD tentang Penurunan Stunting

    Dengar SBFM Live di sini

    -

    Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

    SINJAI, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh).

    FGD tentang percepatan penurunan stunting ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sinjai, Hj. Andi Kartini Ottong di ruang rapat Bappeda, Rabu (1/2/2023).

    Kabid Sospem Bappeda Sinjai, Dian Purnamasari mengatakan bahwa, pertemuan awal ini merupakan tindaklanjut perjanjian kerja sama antara Dekan FKIK Unismuh Makassar dan Ketua TPPS Sinjai yang dilaksanakan pada tanggal 26 September 2022 lalu tentang penelitian dan pengabdian masyarakat.

    Sementara itu, Wakil Bupati, Hj. Andi Kartini Ottong menuturkan, stunting masih menjadi masalah prioritas yang ada di Indonesia untuk segera dipercepat penurunannya. Beberapa waktu yang lalu kementrian kesehatan telah mengumumkan bahwa hasil survey status gisi di indonesia untuk tahun 2022 sudah turun menjadi 21,6 peresen dari tahun sebelumnya sebesar 24,4 persen.

    “Begitu pula angka prevalensi stunting Kabupaten Sinjai tahun 2022 sebesar 29,4 persen hanya turun sebesar 0,7 persen dari tahun sebelumnya sebesar 30,1 persen.

    Tentunya hal ini harus menjadi perhatian kita semua karena angka tersebut masih tinggi dari target yang ditetapkan oleh BKKBN tahun 2024 sebesar 17,52 persen,” ungkapnya.

    Dia menambahkan, semenjak Kabupaten Sinjai ditetapkan sebagai lokus penanganan stunting tahun 2020, telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, bersama pemerintah desa/kelurahan.

    Salah satunya adalah pemberian makanan tambahan terfokus kepada sasaran balita stunting dan ibu hamil kek (kekurangan energi kronik) selama 90 hari berturut-turut bekerja sama dengan petugas gizi, kader PKK, dan kader pembangunan manusia melalui penganggaran dana desa/kelurahan.

    “Hal tersebut masih dilaksanakan sampai tahun 2023 ini. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk inovasi madeceng, masyarakat desa/kelurahan cegah stunting. Selain inovasi madeceng, upaya penurunan stunting juga melahirkan beberapa inovasi diantaranya inovasi puskesmas pulau sembilan “Parenting” (Posyandu Remaja Cegah Stunting),” jelasnya.

    Kemudian, Inovasi desa pulau harapan kecamatan pulau sembilan “Gunting Rumput” (Tanggulangi Stunting dengan Rumput Laut), inovasi kader posyandu dan petugas gizi Puskesmas Panaikang Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur “Sibantu lo” (Sinjai Bebas Stunting dengan Daun Kelor).

    Serta inovasi yang masuk dalam top 30 inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 yaitu inovasi Cake Kebun Menghadang Stunting dengan Nikmat yang digagas oleh Puskesmas Lappae, Kecamatan Tellulimpoe.

    “Kita harus bersyukur, karena FKIK Unismuh Makassar telah hadir untuk memberikan pendampingan kepada pemerintah Kabuapaten Sinjai dalam bentuk penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan, salah satunya adalah pendampingan percepatan penurunan stunting,” pungkasnya.

    Hadir sebagai narasumber pada FGD itu yakni, Dekan FKIK Unismuh Makassar DR.dr. Suryani As’ad. Selain itu hadir juga Kepala DP3AP2KB Sinjai, Andi Tenri Rawe Baso, Kadis Kesehatan dr. Emmy Kartahara Malik, OPD terkait dan para camat. (Tim Website)

    Related articles

    -
    Ubah Bahasa :
    -

    Latest posts