Perangkat Daerah dan Pemdes Dilatih Operasikan Aplikasi “SiBaNTuKi”

0
229

SINJAI,- Setelah diperkenalkan di beberapa lembaga sosial kemasyarakatan dan sejumlah Desa di Kabupaten Sinjai, kini aplikasi “SiBaNTuKi” (Sinjai Bersatu dan Terintegrasi Tanggulangi Kemiskinan) kini kembali diperkenalkan kepada para perangkat Daerah maupun perangkat Desa.

Mereka mendapatkan pembekalan yang nantinya akan menjadi admin atau pengelola aplikasi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Aplikasi SiBaNTuKi di ruang rapat Bappeda Sinjai, Kamis (22/09/2022).

Aplikasi yang digagas Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sinjai, Irwan Suaib ini mulai diperkenalkan fitur-fiturnya. Sehingga admin akan mudah menginput data kemiskinan yang merujuk kepada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta informasi lainnya yang terintegrasi dalam satu sistem.

“Sesuai aturan terbaru bahwa yang menentukan masuknya warga dalam DTKS itu tergantung dari Musyawarah Desa. Makanya admin dari database aplikasi SiBaNTuKi ini adalah para perangkat Desa, karena mereka yang lebih tahu kondisi masyarakat di bawah. Karena itu hari ini, kita melakukan Bimtek bagi perangkat Daerah maupun perangkat Desa yang akan menjadi admin di aplikasi ini,” ujarnya.

Suasana pelaksanaan Bimtek Penerapan Aplikasi SiBaNTuKi di ruang rapat Bappeda Sinjai.

Selain perangkat Desa, perangkat Daerah lingkup Pemkab Sinjai juga diberikan ruang untuk meng-update informasi terkait program pengentasan kemiskinan yang telah dilakukan, seperti pemberian bantuan kepada masyarakat.

“Biasanya ada masyarakat yang itu-itu saja mendapatkan bantuan, ada juga yang tidak pernah sama sekali merasakan bantuan dari Pemerintah. Inilah yang kita kembangkan dalam sebuah sistem sehingga aplikasi ini bisa menjadi bahan monitoring dan evaluasi bagi Pemerintah, apa saja bantuan yang telah diberikan dan siapa-siapa saja masyarakat yang telah menerima bantuan. Itu dapat kita ketahui datanya dengan jelas, karena akan muncul didalam sistem itu by name by address,” sambung Irwan.

Karena itu, ia mengajak kepada seluruh perangkat Daerah dan stakeholder diluar dari perangkat Daerah untuk bergotong royong bekerjasama untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Sinjai dengan database yang ada pada aplikasi SiBaNTuKi.

“Ke depan, aplikasi ini akan menjadi milik kita semua untuk membantu masyarakat miskin agar kebutuhan dasarnya terpenuhi, serta bagaimana mereka bisa mendapatkan lapangan pekerjaan sehingga bisa keluar dari kemiskinan,” pintanya.

Sebagai langkah awal, aplikasi SiBaNTuKi mulai dikembangkan di 6 Desa, diantaranya Desa Lamatti Riawang, Kecamatan Bulupoddo, Desa Biroro Kecamatan Sinjai Timur, Desa Palae Kecamatan Sinjai Selatan, Desa Baru Kecamatan Sinjai Tengah, dan Desa Kassi Buleng Kecamatan Sinjai Borong. (Tim Website)

Previous articleData Penerima BLT BBM di Sinjai Bertambah 1.514 KPM
Next articleWorld Cleanup Day 2022, Pemkab Sinjai Ajak Seluruh Elemen Jaga Kebersihan Lingkungan