Potong Bersyarat, Pemilik Ternak Kena PMK Dapat Bantuan

0
215

SINJAI, – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai mencatat saat ini ada 30 ekor sapi di Kabupaten Sinjai terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Jumlah ini berada di dua kecamatan yaitu 20 ekor di Kecamatan Bulupoddo dan 10 ekor sapi di Kecamatan Tellulimpoe.

Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Sinjai H. Burhanuddin saat ditemui, Jumat (5/8/2022) mengatakan bahwa dari jumlah tersebut, 21 ekor diantaranya telah dilakukan pemotongan bersyarat. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar penyebaran virus ini tidak semakin meluas ke ternak yang lain.

“Pemotongan bersyarat hewan sapi yang terinfeksi PMK ini sebagai salah satu upaya terbaik mencegah wabah meluas dan kita harapkan yang tersisa ini juga dilakukan pemotongan bersyarat supaya di Sinjai ini bisa kembali nol kasus,” jelasnya.

Pemilik ternak yang dilakukan pemotongan bersyarat akibat terinfeksi PMK akan diberikan santunan sebesar Rp.10 juta per ekor yang anggarannya disiapkan oleh Kementerian Pertanian.

“Yang bersedia ternaknya dipotong bersyarat kita berikan bantuan 10 juta rupiah. Itu bukan asuransi ternak karena kasus wabah itu tidak terkaver dalam asuransi,” ucapnya.

Pemotongan sapi dilakukan oleh petugas khusus yang dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). “Ternak yang telah dipotong bersyarat dagingnya masih aman untuk dikonsumsi sedangkan bagian kaki, tulang, kepala, kulit dan jeroan harus ditanam,” tukasnya.

Burhanuddin menghimbau kepada para pemilik ternak yang ada di Kabupaten Sinjai untuk segera melaporkan jika ternaknya memiliki gejala terkena PMK.

Untuk mencegah penularannya, pihaknya juga menghentikan sementara lalu lintas atau distribusi ternak sapi antar daerah. (Tim Website)

Previous articleBupati ASA Jadi Pembicara di Webinar Program Literasi Digital
Next articleBupati ASA dan Dandim 1424 Sinjai Tanam Jagung