Buah Dari Kerja Keras, Distribusi Air Bersih Perumda Air Minum Tirta Sinjai Kembali Normal

0
214

SINJAI, – Pendistribusian air bersih Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sinjai Bersatu sempat mengalami gangguan akibat adanya kebocoran pipa dibeberapa titik.

Namun, upaya kerja keras yang dilakukan oleh perusahaan plat merah itu, akhirnya pendistribusian air bersih kembali normal.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Sinjai Bersatu Nasrullah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan, lantaran distribusi air sempat tertunda beberapa waktu.

Dia memahami bahwa kondisi ini sangat mengecewakan pelanggan, namun pihaknya terus berkerja keras dalam menangani setiap permasalahan yang terjadi.

“Kami akan terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Terima kasih juga saya ucapkan atas doa dan support dari semua pelanggan termasuk tim teknis, sehingga kami bisa atasi kejadian kebocoran di lima titik,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/7/2022).

Buah dari kerja keras yang dilakukan sampai melakukan pengerjaan hingga jam 12 malam bahkan diluar jam lembur kata dia, hingga hari ini distribusi air telah normal.

“Alhamdulillah distribusi air sudah bisa dinikmati kembali oleh pelanggan. Kalaupun mungkin masih ada yang belum mengalir itu disebabkan persoalan teknis atau jaringan instalasi rumah atau jaringan sebelum masuk ke water meter yang biasanya tersumbat,” katanya.

Walau demikian, jika terdapat hal seperti ini, Nasrullah meminta kepada pelanggan untuk melaporkan langsung ke bagian pengaduan

“Kami berharap kepada masyarakat yang memang belum menikmati distribusi air untuk datang langsung melapor ke bagian pengaduan dan Insya Allah bagian pengaduan akan turun untuk memberikan layanan kepada pelanggan secara gratis, kecuali ada item yang harus diganti diluar dari water meter,” bebernya.

Nasrullah menambahkan, Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) merespon cepat dengan melakukan komunikasi pada setiap kejadian yang terjadi. Bupati juga terus memberikan support kepada karyawan untuk tetap bekerja maksimal.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada pihak pemerintah terkait apa yang menjadi kendala kami untuk mengantisipasi 1 tahun ke depan bahwa kami butuh pengolahan air di Palla 40.000 liter perdetik, kemudian di daerah Kampala sekitar 30.000 liter perdetik,” jelasnya. (Tim Website)

Previous articleAndi Nurhilda Harap Para Kepala Desa Dukung Kegiatan PKK
Next articlePMK Terdeteksi di Bone, Dinas Peternakan Perketat Pengawasan Lalu Lintas Ternak