Buat Petani Mandiri, Dinas TPHP Sinjai Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

0
218

SINJAI, – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai menggelar pelatihan tematik pembuatan pupuk organik, Senin (20/6/2022).

Pelatihan yang diadakan di Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sinjai Utara tersebut diikuti oleh 20 orang perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Sinjai Utara.

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Sinjai H. Kamaruddin yang membuka pelatihan ini mengatakan bahwa pelatihan ini dimaksudkan untuk mendorong para petani di Sinjai agar kedepan secara mandiri bisa memenuhi kebutuhan pertanian dengan memanfaatkan pupuk organik.

Apalagi tiap tahun Pemerintah telah mengurangi kuota pupuk kimia bersubsidi untuk seluruh petani yang ada di Indonesia.

“Jika pada tahun 2021 ada 5 jenis pupuk disubsidi oleh pusat untuk padi dan palawija, di tahun 2022 ini berkurang tersisa dua jenis pupuk yang disubsidi yakni urea dan NPK, itupun alokasinya pupuk urea sekitar 8 ribu ton dan NPK 2 ribu ton. Jumlah ini tentu jauh dari kebutuhan para petani kita, ” jelasnya.

Disisi lain pupuk kimia non subsidi juga harganya sangat mahal, sehingga pihaknya mengharapkan melalui pelatihan ini para petani bisa beralih menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan dan bahannya mudah didapat.

Kamaruddin menambahkan bahwa pelatihan pembuatan pupuk organik ini juga akan dilaksanakan di seluruh Kantor BPP yang ada di Kabupaten Sinjai sehingga para petani dapat memahami penggunaan dan manfaat dari pupuk organik.

“Hari ini kita awali di BPP Kecamatan Sinjai Utara dan insya Allah akan berlanjut di 7 kecamatan lainnya kecuali Kecamatan Pulau Sembilan, ” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator BPP Sinjai Utara Hj. Mardiana sangat menyambut baik dengan adanya pelatihan yang digagas oleh Dinas TPHP Sinjai.

“Selaku Koordinator BPP Sinjai Utara, kami sangat mendukung apalagi saat ini telah memasuki musim tanam april-september, dimana pemerintah juga mengurangi kuota pupuk kimia subsidi, ” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pupuk organik merupakan pupuk yang dihasilkan dari bahan-bahan organik yang ada di sekitar seperti kotoran hewan, dedaunan maupun limbah pertanian lainnya.

“Kelebihan pupuk jenis ini yakni dapat memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur, meningkatkan daya serap air, ramah bagi lingkungan dan mengandung unsur hara yang lengkap,” katanya.

Dia berharap perwakilan kelompok tani yang mengikuti pelatihan tersebut dapat mengaplikasikan cara membuat pupuk organik kepada anggota kelompok tani masing-masing. (Tim Website)

Previous articleBupati ASA Apresiasi Kepedulian IDI Sinjai Terhadap Kemanusiaan Melalui Donor Darah
Next articleSinjai Terima 1.950 Eksemplar Buku dari Perpusnas RI, Kadispusip Sebut Upaya Bupati ASA