Perkuat Koordinasi, Cara Pemkab Sinjai Tingkatkan Perlindungan Anak dan Perempuan

0
228

SINJAI, – Isu perempuan dan anak adalah cross cutting issues dan melebur di setiap lini pembangunan. Untuk memecahkan berbagai permasalahan yang terkait dengan perempuan dan anak tentunya dibutuhkan koordinasi yang kuat dari semua pemangku kepentingan yang ada mulai dari pemerintah sampai ke masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sinjai melakukan berbagi upaya. Salah satunya, memperkuat koordinasi dan sinkronisasi peningkatkan kapasitas sumber daya lembaga penyedia layanan anak yang memerlukan perlindungan khusus.

Kegiatan yang dikemas dengan pelatihan manajemen dan penanganan kasus tahun 2022 itu, dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3AP2KB) di Aula Pertemuan Wisma Sanjaya, Kamis, (16/6/2022).

Kepala DP3AP2KB Sinjai, Andi Tenri Rawe Baso menerangkan, keberlangsungan sebuah daerah khususnya di Kabupaten Sinjai dan secara umum di Indonesia bertanggung jawab dalam memberikan kesempatan kepada anak dan perempuan untuk hidup tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

“Perlindungan perempuan dan anak tentu membutuhkan koordinasi terpadu antar berbagai sektor terutama di lingkup pemerintah Kabupaten Sinjai non Pemerintah dan stakeholder terkait lainnya,” ungkapnya.

Hal itu kata Andi Tenri, sejalan dengan undang-undang nomor 35 Tahun 2014 dan perubahan atas undang-undang tersebut yaitu undang-undang nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak yang menjelaskan tentang pelayanan bagi perempuan korban kekerasan dan layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan.

“Jadi salah satu upaya Pemkab Sinjai adalah memperkuat koordinasi antar stakeholder untuk menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, sinergitas dalam penanganan kekerasan terhadap anak,” kata dia.

Andi Tenri berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman bagi penyedia layanan agar lebih optimal didalam memberikan pelayanan dan penanganan masalah anak yang memerlukan perlindungan khusus.

Mewakili Kapolres Sinjai, Kabag Logistik Polres Sinjai AKP Bahtiar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Polri merupakan alat negara yang berperan mewujudkan keamanan dalam negeri atau situasi kamtibmas yang kondusif.

Untuk itu polri dalam melaksanakan tugas dan perannya dengan cara melakukan kegiatan, preventif atau refresif, peran bhabinkamtibmas di setiap wilayah sangat penting terkait dengan penanganan permasalahan anak di wilayah masing-masing.

“Dalam hal melakukan upaya-upaya pencegahan dini atau preventif agar tidak terjadi permasalahan terhadap anak, bhabinkamtibmas juga dituntut untuk bersinergi dengan pihak terkait, petugas bhabinkamtibmas dituntut untuk memahami dan mengetahui cara penanganan permasalahan anak sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Pelatihan yang diikuti 20 peserta ini menghadirkan Kanit PPA Polres Sinjai sebagai narasumber. (Tim Website)

Previous articleKepsek dan Guru SMP se-Kabupaten Sinjai Ikuti Bimtek Penyusunan Kurikulum
Next articleDiskominfo Sinjai Ikuti Bimtek PPID di Makassar