spot_img
Saturday, April 13, 2024
More
    spot_img
    HomeBeritaCegah Wabah PMK, DPKH Sinjai Perketat Lalu Lintas Ternak

    Cegah Wabah PMK, DPKH Sinjai Perketat Lalu Lintas Ternak

    Dengar SBFM Live di sini

    -

    Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

    SINJAI, – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dengan cepat merambah ke berbagai daerah. Untuk mencegah penyebaran itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai akan melakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas ternak masuk dan keluar wilayah.

    Kepala DPKH Sinjai, H. Burhanuddin mengatakan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan berbagai upaya agar PMK ini tidak masuk di wilayah Sinjai. Apalagi PMK ini tingkat penyebarannya bisa 90 -100 persen, bahkan tingkat kerugian dialami oleh peternak sangat besar.

    “Untuk antisipasinya sendiri kami berusaha sekuat tenaga agar di wilayah Sinjai tidak masuk ternak-ternak dari luar, terutama yang dari daerah tertular saat ini.
    Karena untuk posisi saat ini sudah ada 10 provinsi dengan 34 Kabupaten/Kota yang sudah tertular PMK termasuk NTT yang dulu sering masuk ternak-ternak dari NTT ke tempat kita,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (23/5/2022).

    Langkah antisipasi lainnya yang akan dilakukan yakni melakukan pengetatan pengawasan di jalur pantai. Sebab informasi yang diperoleh nelayan yang berlayar di Nusa Tenggara biasanya membawa pulang kambing dua sampai tiga ekor untuk dikomsumsi.

    Bahkan dikatakan Burhanuddin beberapa pengusaha dari Jeneponto dan Tuju-tuju (Kecamatan Kajuara) memasukkan ternak yang sebenarnya tujuannya dari Jeneponto ke Bone tapi mendaratnya di Pelabuhan Larea-rea, Kecamatan Sinjai Utara.

    “Untuk itu kita sudah kerjasama dengan pihak karantina pertanian kemudian dengan Syahbandar. Kita bekerjasama dengan mereka untuk mengetahui informasi kalau ada ternak yang mau masuk ke wilayah kita, sehingga kita bisa identifikasi dan melakukan pemeriksaan, apakah ternak-ternak yang turun itu ada indikasi mengidap penyakit PMK,” jelasnya.

    Burhanuddin menyebut, ciri-ciri dari penyakit PMK tersebut mudah untuk di identifikasi. Pada saat ada ternak yang sakit dalam tempo satu dua hari gejalanya sudah kelihatan. Liurnya banyak berlebihan, lidah dengan cingurnya melepuh seperti sariawan, kaki juga mengalami luka bahkan pada saat yang parah itu kuku bisa lepas.

    “Ini yang coba kita cegah, dengan melakukan pengetatan dan pengawasan di jalur pantai, karena jalur pantainya sendiri panjang sekali, nelayan-nelayan kita banyak dari luar berapa tempat mendaratnya biasa memasukkan ternak, walaupun untuk konsumsi satu atau dua ekor tapi itu tetap harus kita waspadai,” kata dia.

    Tidak cukup sampai disitu, pihaknya tambah Burhanuddin telah memerintahkan petugas di lapangan, baik petugas inseminator maupun petugas keswan untuk segera melakukan identifikasi ketika terdapat ternak yang sakit.

    “Kalau ditenggarai ada indikasi mengarah ke PMK itu segera kita akan lakukan tindakan antara lain dengan melakukan karantina, melakukan penutupan wilayah di lokasi yang terkena agar tidak menyebar di lokasi-lokasi lainnya,” pungkasnya. (Tim Website)

    Related articles

    -
    Ubah Bahasa :
    -

    Latest posts