Dinas TPHP Sinjai Dorong Petani Menjadi Penangkar Benih Mandiri

0
52

SINJAI, – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai melaksanakan Bimbingan Teknis (bimtek) penangkaran benih padi yang berlangsung di Aula Pertemuan Dinas TPHP Sinjai, Senin (28/3/2022).

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas TPHP Sinjai H. Kamaruddin dan diikuti oleh para penyuluh pertanian dan puluhan kelompok tani yang ada di Sinjai.

Kamaruddin mengungkapkan bahwa bimtek ini digelar untuk memberikan bekal kepada para petani dan penyuluh khususnya penangkaran benih padi agar kedepan secara mandiri bisa menghasilkan benih padi yang bermutu dan berkualitas.

Menurutnya, selama ini bantuan benih padi bermutu dari Pemerintah yang diterima oleh petani hanya berkisar kurang dari 10 persen dari luas pertanaman padi yang ada di Kabupaten Sinjai sehingga melalui bimtek ini petani bisa juga menghasilkan benih padi yang bermutu.

“Tiap tahun kita selalu menerima bantuan benih tapi hanya rata-rata kurang dari 10 persen dari luas pertanaman kita yang mencapai 24-26 ribu hektar per tahun sedangkan bantuan benih dari Pemerintah hanya untuk kisaran 1-2 ribuan hektar per tahun, sehingga 90 persen itu merupakan benih turunan dari hasil tanaman petani kita sendiri,” ungkapnya.

Untuk itu, melalui bimtek ini juga merupakan bagian dari upaya pemkab Sinjai untuk merubah pemahaman petani agar bisa menyiapkan benih padi bermutu secara mandiri sehingga tidak tergantung lagi dengan bantuan dari Pemerintah.

“Ini juga menjadi keinginan dari Bapak Bupati Sinjai, bagaimana agar petani kita di Sinjai bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan benih, paling tidak bisa memenuhi kebutuhan benih padi untuk kelompok taninya sendiri,” jelasnya.

Kamaruddin berharap melalui upaya ini para petani di Sinjai bisa menghasilkan benih yang berkualitas sehingga bisa melakukan penangkaran dengan tujuan agar bisa lebih mandiri dan meningkatkan produktivitas hasil padi.

“Saat ini petani kita menghasilkan produktivitas padi berada pada kisaran 43 kuintal per hektar, kita berharap jika penangkaran ini sukses bisa meningkat menjadi 60 kuintal per hektar,” harapnya.

Dalam bimtek ini menghadirkan narasumber dari UPT Balai Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura Maros yang menyampaikan materi terkait mekanisme prosedur penangkaran dan prosedur sertifikasi benih padi. (Tim Website)

Previous articleAkademisi IAIM Sinjai Puji Program Cetak Wirausaha Baru dari Bupati ASA
Next articlePemkab Jamin Stok Daging Aman Jelang Ramadhan dan Idul Fitri