Pos Indonesia Mulai Salurkan Bantuan Program Sembako, Berupa Uang Tunai

0
35

SINJAI – Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Program Kartu Sembako yang disebut juga BPNT disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Meskipun dinamakan BPNT, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, program saat ini adalah program bantuan sembako, bukan lagi penyebutan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) karena saat ini bantuan yang diberikan secara tunai.

BPNT tahun 2022 mulai diserahkan serentak kepada KPM di seluruh Indonesia mulai sejak Minggu, 20 Februari lalu.

Khusus untuk di Kabupaten Sinjai, penyaluran di hari pertama berlangsung di Kelurahan Lappa dan Kelurahan Bongki, Kamis (24/2/2022).

Kepala PT. Pos Indonesia Cabang Sinjai, Syukur Surung menerangkan, untuk mempercepat penyaluran, tahap pertama dilakukan tiga bulan sekaligus, yaitu Januari, Februari, dan Maret. BPNT diberikan dalam bentuk uang tunai sejumlah Rp200 ribu per bulan.

“Jadi kita bayarkan selama tiga bulan. Perbulannya sebanyak Rp200, sehingga KPM mendapatkan Rp600,” ungkap Syukur saat ditemui di Kantor Kelurahan Lappa.

Dia menyebutkan total jumlah KPM di Kabupaten Sinjai sebanyak, 7.832. Untuk hari ini di Kelurahan Lappa sebanyak 211 KPM sedangkan di Kelurahan Bongki 76 KPM.

“Penyalurannya akan dilakukan sampai tanggal 3 Maret, adapun target yang diberikan kepada kami sampai tanggal 5 Maret yaitu 90%. Tetapi kami berharap seperti sebelum-sebelumnya kami bisa melewati target itu,” ujarnya.

Saat pendistribusian Pos Indonesia melakukan validasi penerima (KPM) dengan metode foto menggunakan face recognition, kemudian dilakukan geo tagging.

“Persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa memenuhi program sembako ini pertama KPM harus membawa KTP asli, KK asli, mengisi nomor hp. Pada penyaluran kali ini terdapat penambahan fitur aplikasi yaitu face recognition, kemudian dilakukan geo tagging,” jelasnya.

Dikatakan Syukur bahwa, dalam proses penyaluran BPNT pihaknya tetap menaati protokol kesehatan demi pencegahan penularan covid-19.

“Penyaluran tetap mematuhi protokol kesehatan, kemudian pembayaran tetap dilanjutkan misalnya KPM belum sempat hadir, bisa diambil melalui kantor pos,” kuncinya.(Tim Website)

Previous articleKecamatan Sinjai Utara Dapat Alokasi APBD Tahun 2022, Segini Jumlahnya
Next articleKPRI Ikhlas Kemenag Sinjai Gelar RAT, Ini Kata Ketua Dekopinda Sinjai