Penerima Program P2L Meningkat, Marwatiah : Upaya Bupati ASA Untuk Penuhi Ketahanan Pangan Keluarga

0
63

SINJAI, – Pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan saja, akan tetapi segala sektor kehidupan merasakan betul dampak tersebut.

Untuk menggerakkan perekonomian agar kembali bergeliat, khususnya dalam pemenuhan pangan keluarga, Pemerintah di tahun 2021 ini telah memberikan bantuan ke sejumlah daerah berupa program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Di Kabupaten Sinjai sendiri sebanyak 10 kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di berbagai Kecamatan telah mendapatkan program ini. Hal ini diungkapkan oleh Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Sinjai Hj. Marwatiah saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu (22/9/2021).

Menurutnya, program ini berasal dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik untuk 8 KWT dengan tujuan untuk meningkatakan ketahanan pangan keluarga, terlebih dimasa serba sullit akibat pandemi saat ini.

Selain dari dana DAK, program P2L ini berasal dari dana APBN tugas perbantuan sebanyak 2 KWT yang ada di Sinjai, sehingga total yang mendapatkan program ini sebanyak 10 KWT.

“Program ini sudah berjalan dan dananya ditransfer ke rekening masing-masing KWT yaitu sebesar 60 juta rupiah per KWT,” jelasnya.

Anggaran ini dimanfaatkan untuk pembangunan green house, pelaksanaan demplot, pelaksanaan pengembangan pekarangan dan pelaksanaan pasca panen.

Dikatakan Marwatiah, program P2L tahun ini jumlahnya meningkat dibanding tahun lalu yang hanya diperuntukkan untuk 6 KWT, hal ini berkat upaya dan komunikasi yang dilakukan oleh Bupati Andi Seto Asapa (ASA) dengan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah jumlahnya tahun ini meningkat berkat koordinasi dari bapak Bupati di Kementerian Pertanian dan beliau berharap agar bantuan ini betul-betul dimanfaatkan sehingga dampaknya bisa membantu warga di masa pandemi ini, ” jelasnya.

Berdasarkan monitoring yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan Sinjai kepada penerima, bantuan ini sudah dirasakan betul manfaatnya terbukti beberapa diantara mereka sudah berproduksi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Jadi setiap KWT menentukan sendiri apa yang ditanam, apakah itu pembibitan terong, timun, bayam, tomat, kacang panjang dan sayuran launnya. Dari hasil monitoring sudah ada yang berprodukai dan bahkan ada yang sudah dijual di pasaran sehingga program ini bukan hanya memenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga meningkatkan pendapatan keluarga dan pemuluahn ekonomi, ” ucapnya.

Bukan hanya program P2L, Sinjai juga mendapatkan program kegiatan Pertanian Keluarga (PK) yang sumber dananya juga dari APBN tugas perbantuan, dimana ada 2 kelompok tani di Sinjai yang mendapatkan anggaran sebesar masing-masing Rp 200 juta per kelompok tani. (Tim Website)