Bapenda Sinjai Optimalkan Penerimaan PBB-P2 Hingga Akhir November

0
117

SINJAI, – Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Sinjai yang dikelola Badan Pendapatan daerah (Bapenda) Sinjai, masih terus berlangsung.

Dari data dua bulan terakhir, penerimaan pajak disektor tersebut kini sudah berada diangka Rp2,2 miliar lebih dari target Rp4,8 miliar dengan persentase 47 persen.

Menurut Kepala Bapenda Sinjai, Asdar Amal Darmawan, meski pendistribusian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) selesai di bulan Juni, namun antusias wajib pajak untuk melakukan pelunasan pajak cukup tinggi.

“Baru sekitar 2 bulan ini kita mengelola, tapi Alhamdulillah sudah 47 persen dari target kita,” kata Kepala Bapenda Sinjai, Asdar Amal Darmawan yang ditemui diruang kerjanya, Jumat (3/9/2021)

Pihaknya mengaku akan terus mengoptimalkan PBB-P2 sampai batas waktu yang ditentukan hingga 30 November 2021. Bahkan mantan Kepala Balitbangda Sinjai ini optimis realisasi penerimaan PBB-P2 kembali melampaui target sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Untuk memudahkan wajib pajak, pihaknya pun kini telah meningkatkan pelayanan pembayaran pajak, tidak hanya dengan mendatangi loket pelayanan atau kolektor, namun juga bisa dilakukan dengan metode online seperti Mobile Bangking Bank Sulselbar, Quick Response Indonesian Standard (QRIS), Gopay dan Tokopedia.

Tujuannya untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wajib pajak sekaligus untuk membangun kepercayaan wajib pajak terhadap pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD) yang dikelola Pemkab Sinjai.

“Tugas kami tidak hanya menarik pajak saja tapi peningkatan pelayanan saya rasa perlu kita lakukan untuk bisa membuat masyarakat lebih percaya kepada pengelolaan PAD yang kita kelola,” jelasnya.

Sebagai gambaran, realisasi PBB-P2 dua tahun terakhir melampaui target. Dari data Bapenda Sinjai tahun 2019 mencapai 100,78 persen atau sebesar Rp4,63 miliar dari target Rp4,6 miliar. Sedang tahun 2020 mencapai 104 persen atau sebesar Rp4,83 miliar lebih dari target yang ditetapkan APBD sebesar Rp4,65 miliar. (Tim Website)