Semua Sekolah di Sinjai Siap Terapkan Program ‘Sekolah Merdeka Belajar’

0
224

SINJAI – Yayasan Guru Belajar melakukan kunjungan ke Kabupaten Sinjai dalam rangka melaksanakan audiens dengan Dinas Pendidikan Sinjai dalam membangun kolaborasi pendidikan untuk Program Sekolah Merdeka Belajar.

Kunjungan yang berlangsung di Aula SMPN 7 Sinjai ini difasilitasi oleh Komunitas Guru Belajar (KGB) Kabupaten Sinjai dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sinjai A. Jefrianto Asapa, Rabu (02/6/21).

Program Development Yayasan Guru Belajar,
Ilona Kakerissa menyampaikan, bahwa tujuan kedatangannya ke Sinjai adalah untuk membangun kolaborasi pendididikan terkhusus rencana peluncuran Sekolah Merdeka Belajar (SMB).

Program ini merupakan kebijakan baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Riset RI) yang dicanangkan oleh Menteri Nadiem Anwar Makarim untuk perbaikan manajemen sekolah.

“Kami mendengar banyak informasi dan membaca berita di media massa, kemajuan pendidikan di Sinjai sangat luar biasa dan kami hadir untuk mendukung apa yang sudah dilakukan oleh Disdik untuk membangun kolaborasi pendidikan yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Pihaknya akan membangun kerjasama dalam peluncuran Sekolah Merdeka Belajar sehingga apapun kebutuhan tentang peningkatan kompetensi guru, Yayasan Guru Belajar siap memberikan dukungan.

Selain itu, kata Ilona, pihaknya mengaku bersyukur dengan respon baik yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan Sinjai yang serius dan penuh kesungguhan ingin menerapkan program ini di semua jenjang sekolah yang ada di lingkup Disdik Sinjai.

“Melalui semangat merdeka belajar ini, kami ingin merubah paradigma belajar para murid yang tidak berpihak kepadanya. Kami ingin pembelajaran sungguh-sungguh sesuai kebutuhan dan berpihak pada murid, bukan lagi one man show guru dihadapan kelas, tapi bagaimana guru membantu murid menemukan potensi dan skill yang dapat dikembangkan,” jelasnya.

Kepala Disdik Sinjai A. Jefrianto Asapa menuturkan, program ini sangat menarik karena membatu meningkatkan kompetensi para guru dalam memberikan pembelajaran kepada siswa dan sekolah lebih peduli apa yang menjadi kebutuhan murid.

“Kami merespon baik kolaborasi ini. Jika daerah lain hanya beberapa sekolah saja yang menjadi percontohan penerapan program ini, kami di Sinjai menginginkan semua sekolah menerapkan ini dan itu kami siap, semua itu tergantung dari kemampuan yayasan sehingga tidak ada kecemburuan antar sekolah,” pungkasnya. (Tim Website)