Manajemen Pabrik Gula Arasoe Temui Bupati Sinjai Bahas Pengembangan Komoditi Tebu

0
73

SINJAI – Manajemen Pabrik Gula (PG) Arasoe, Cina, Kabupaten Bone, melakukan kunjungan silaturahmi ke Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sinjai, Rabu (07/04/2021).

Kunjungan ini diterima langsung, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) didampingi Plt Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sinjai A. Ilham Abubakar dan jajarannya.

Manager Pabrik Gula (PG) Arasoe H. Aminuddin, mengungkapkan silaturahmi ini dalam rangka pengembangan tebu rakyat yang menjadi salah satu bahan baku pengolahan gula pasir.

Mengingat saat ini terdapat kebun tebu rakyat di Sinjai yang telah menjadi mitra Pabrik Gula Arasoe. Luasnya mencapai 20 hektare di Desa Pattalassang, Kecamatan Sinjai Timur dan Desa Aska Kecamatan Sinjai Selatan.

Potensi inilah yang kemudian, kata Aminuddin yang disampaikan ke Bupati ASA, agar kebun tebu rakyat di Sinjai lebih luas, sebab akan berdampak pada perekonomian warga atau petani.

“Tahun ini sudah tahun ketiga kami menggiling bahan baku tebu dari Sinjai untuk diolah menjadi gula pasir,” katanya.

Pihaknya pun mengaku siap menyerap dan menerima bahan baku dari petani di Sinjai, jika potensi tebu rakyat nanti betul-betul bisa dimanfaatkan. Semakin banyak bahan baku, akan semakin bagus.

“Akan ada MoU nanti dengan petani, jadi tidak ada lagi kekhawatiran petani bahwa tebunya mau dibawa kemana. Kami siap untuk menyerap bahan baku untuk diolah,” jelasnya.

Tak dipungkiri, gula merupakan salah satu sembilan bahan pokok yang saat ini produksinya masih belum mampu memenuhi permintaan pasar, sehingga dengan pengembangan tebu rakyat kedepan diharapkan produksi gula khususnya di Sulsel semakin besar.

“Masa ada pabrik gula yang dekat dari Sinjai, tidak dimanfaatkan padahal hasilnya juga bisa dinikmati warga Sinjai. Contohnya sudah kita perlihatkan sama pak Bupati tadi,” imbuhnya.

Terpisah Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sinjai, H Jamaluddin Nanring, mengemukakan, komoditi tebu sudah ada sejak tahun 70an ini, hanya ada di Kabupaten Sinjai, Takalar dan Bone.

“Jadi mengembangkan tebu itu memang sangat kita butuhkan supaya kita jangan terlalu banyak mengimpor gula dari luar negeri. Alhamdulillah, sangat disambut baik oleh pak Bupati,” ucapnya.

Pihaknya kedepan mengaku siap melakukan pendampingan terhadap pengembangan komoditi tebu di Kabupaten Sinjai, tentu dengan melibatkan para penyuluh perkebunan yang dimiliki Pemkab Sinjai.

“Tadi pak Bupati sudah memberi sinyal, dan kami sebagai instansi teknis di bidang perkebunan, dengan teman–teman pendamping perkebunan, penyuluh, kami sangat siap untuk itu,” tandasnya. (Tim Website)