Pemkab Sinjai Gelar Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

0
35

SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelar sosialisasi tentang vaksinasi Covid-19, yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Kamis (18/02/21).

Sosialisasi ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sinjai Hj. Kartini Ottong, para Forkopimda, Wakil Ketua II DPRD Sinjai Mappahakkang, Pejabat lingkup Pemkab Sinjai, Pimpinan Instansi vertikal, BUMN/BUMD, Pimpinan Ormas Islam, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Perhimpunan Pedagang Pasar di Sinjai.

Pelaksana Tugas Kadis Kesehatan Sinjai Drs. A. Ilham Abubakar dalam laporannya menyampaikan, bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait Program Vaksinasi dalam rangka mengurangi transmisi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Menurutnya, pemberian vaksinasi saat ini masih sementara berjalan dengan sasaran tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas kesehatan.

“Berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) sebanyak 2.571 orang yang menjadi sasaran vaksinasi tahap pertama. Per tanggal 17 Februari, jumlah yang telah divaksinasi untuk suntikan pertama sebanyak 1.278 orang dan yang sudah mendapatkan suntikan kedua sebanyak 572 orang,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Ilham, pada tahap kedua dengan waktu pelaksanaan Minggu ke 4 Februari-April 2021, sasaran vaksinasi Covid-19 adalah petugas pelayanan publik, TNI, Kepolisian, Satpol PP, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya.

Wakil Bupati Sinjai Hj. A. Kartini Ottong yang mewakili Bupati Sinjai dalam arahannya menyampaikan, bahwa tingkat kerentanan masyarakat saat ini semakin meningkat yang disebabkan kurangnya kesadaran terhadap penerapan protokol kesehatan.

Oleh karena itu, perlu segera dilakukan intervensi tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan, namun juga diperlukan intervensi lain yang efektif untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit melalui upaya vaksinasi.

“Vaksinasi Covid ini adalah pemberian vaksin yang khusus diberikan dalam rangka meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpapar dengan penyakit maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan,” ungkapnya.

Wakil Bupati mengharapkan kepada OPD terkait agar mengembangkan strategi komunikasi, informasi dan edukasi yang efektif agar masyarakat dapat mengetahui, memahami dan mau menerima bahwa vaksinasi ini merupakan salah satu langkah untuk mencegah penularan Covid-19.

“Mari kita sukseskan pelaksanaan vaksinasi ini, jangan takut untuk divaksinasi, jangan percaya berita hoax tentang vaksinasi dan tetap patuh pada protokol kesehatan,” tutupnya. (Tim Website)