Tenaga Medis dan Non Medis Terpapar Covid-19, RSUD Sinjai Batasi Pelayanan

0
414

SINJAI – Sejumlah tenaga kesehatan dan non kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai terkonfirmasi positif Covid-19. Akibatnya pelayanan di Rumah Sakit milik Pemkab Sinjai ini, membatasi pelayanan untuk sementara.

Direktur RSUD Sinjai dr. Kahar Anies mengatakan, bahwa banyaknya nakes maupun non nakes yang terpapar Covid-19 ini berdasarkan hasil swab massal yang dilakukan dari tanggal 29 Januari hingga 3 Februari 2021.

“Manajemen mengambil kebijakan pembatasan pelayanan mulai hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan, karena kita harus menyesuaikan dengan tenaga pelayanan yang tersedia di semua unit/instalasi di RSUD Sinjai,” katanya.

Pihaknya saat ini masih melakukan rekap jumlah pegawainya yang terpapar Covid-19, sebab hasil swab yang diterima dari hasil pemeriksaan swab PCR di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar secara bertahap.

“Kami sementara merekap jumlahnya. Jadi sekali lagi pelayanan bukan ditutup, tapi membatasi sejumlah layanan untuk sementara, sebab keterbatasan tenaga kesehatan yang saat ini menjalani karantina,” katanya saat ditemui, Jumat (05/02/21).

Untuk pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tetap dibuka untuk kasus emergency dan observasi selama 8 jam. Jika pasien sudah stabil, maka diperbolehkan pulang. Sementara pasien yang memerlukan perawatan inap akan di rujuk ke Rumah Sakit lain sesuai indikasi medis.

Sementara untuk tindakan operasi kata dr. Kahar, hanya dibatasi untuk kasus emergency, dan kasus elektif akan ditunda berdasarkan pertimbangan dokter penanggung jawab pasien.

Selain itu, untuk melindungi pasien rawat jalan yang datang berobat, Poli Rawat Jalan ditutup selama satu hari yaitu pada hari Sabtu (6/02/21) untuk dilakukan sterilisasi ruangan dan kembali dibuka pada Senin (8/02/21).

Ia berharap, warga dapat memahami kondisi yang kini terjadi di RSUD Sinjai dan memohon maaf jika ada kekurangan dalam pelayanan.  Apalagi, kinerja para petugas kesehatan di Rumah Sakit di masa corona sangatlah berat. (Tim Website)