Home Berita Tampil di Kompas TV, Bupati ASA Beberkan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan di Sektor...

Tampil di Kompas TV, Bupati ASA Beberkan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan di Sektor Peternakan

0

SINJAI, – Untuk kali kedua, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) tampil sebagai pembicara dalam program Sapa Sulsel Kompas TV di Studio Kompas TV Jalan Pengayoman Raya AV/8, Kompleks Edelweys-Makassar, Kamis pagi (03/12/2020).

Kali ini, Bupati ASA mengupas secara dalam mengenai pembangunan ekonomi berkelanjutan di Bumi Panrita Kitta sebutan daerah Kabupaten Sinjai, khususnya di sektor peternakan. Salah satu potensi sapi potong yang dimiliki Kabupaten Sinjai yang dikemas dengan tema “Sinjai Menuju Metropolitan Peternakan Sapi Potong”.

Dalam pemerintahannya, Bupati ASA mengungkapkan, selama dua tahun terakhir pihaknya telah mencanangkan empat kecamatan sebagai kawasan pengembangan sapi potong. Empat kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai Selatan, Sinjai Borong dan Sinjai Timur.

Kawasan pengembangan sapi potong ini dimaksudkan sebagai langkah mendorong Sinjai menjadi sentra peternakan di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Apalagi potensi sapi potong Sinjai di Sulsel merupakan terbesar ketiga setelah Bone dan Kabupaten Gowa.

“Kabupaten Sinjai sendiri masuk dalam daftar terbesar ketiga setelah Kabupaten Bone dan Kabupaten Gowa di Sulawesi Selatan dalam populasi ternak. Akan tetapi berdasarkan luas wilayah, kepadatan ternak di Sinjai merupakan daerah dengan kepadatan ternak tertinggi di Sulawesi Selatan dengan rata -rata 175 ekor sapi dalam satu kilometer persegi”, ungkap Bupati ASA.

Selain potensi Sapi, Bupati ASA ikut membeberkan langkah yang ditempuh pihaknya dalam pengembangan sapi potong sebagai sentra peternakan KTI. Salah satunya dengan program Inseminasi Buatan (IB) Plus.

Program ini untuk mensejahterakan peternak, sebab dengan program IB pendapatan peternak bisa meningkat. Terbukti dengan program IB, sapi pedet yang dihasilkan berkualitas karena berjenis Limosin dan Simental.

Selama dua tahun terakhir, ASA mengungkap jumlah sapi yang telah di IB sebanyak 13 ribu ekor. Program IB Plus juga didukung asuransi usaha ternak sapi atau dikenal dengan nama AUTS. Hal itu dilakukan agar peternak tidak khawatir akan ancaman kerugian yang diakibatkan dari kematian.

Termasuk jika sapi mereka hilang. Pihak asuransi akan membayar klaim untuk mengurangi risiko kerugian peternak. “Peternak juga tidak dibebani membayar premi Rp10 juta per ekor karena sudah disubsidi oleh Pemerintah Daerah, artinya asuransi ini gratis untuk peternak,” bebernya.

Untuk mendukung sentra peternakan di Sinjai, tahun depan Pemkab Sinjai merencanakan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) modern bertaraf internasional di Kecamatan Sinjai Selatan. Tidak hanya itu, pembangunan RPH modern akan dikombinasikan dengan pembangunan sentra industri peternakan di wilayah tersebut yang diproyeksikan dapat menyerap banyak tenaga kerja.

“Kedepannya, Pemerintah maupun masyarakat berharap agar Kabupaten Sinjai tidak hanya mengirim sapi hidup ke Gorontalo, Makassar dan Kaltim tetapi juga mengirim berupa daging beku atau olahan daging lainnya. Seperti daging kaleng, abon daging, dan olahan lainnya yang berasal dari daging ternak,” tandas ASA. (Tim Website)

Exit mobile version