Kakanwil Kemenag Sulsel Buka Kegiatan Penguatan Manasik Haji Sepanjang Tahun di Sinjai

0
80

SINJAI – Kementerian Agama Kabupaten Sinjai menggelar Orientasi Penguatan Layanan Manasik Haji Sepanjang Tahun, bertempat di Aula Wisma Hawai Sinjai, Senin (19/10/20).

Dalam kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Sulsel KH.Khaeroni, dan diikuti oleh para Kepala KUA, Pembimbing Jemaah Haji, serta perwakilan calon jemaah haji Sinjai.

Kepala Kantor Kemenag Sinjai Drs. H. Abd. Hafid M. Talla dalam laporannya menyampaikan, bahwa kegiatan penguatan manasik haji sepanjang tahun ini adalah merupakan program nasional Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang ditindak lanjuti oleh Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Sinjai.

Adapun daftar tunggu calon jemaah haji Sinjai hingga per tanggal 18 Oktober 2020, kata Abd. Hafid mencapai 5.911 orang dengan masa tunggu sekitar 25 tahun.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulsel KH. Khaeroni dalam Sambutannya menyampaikan apresiasinya atas progres pelaksanaan Haji dan Umrah di Sulsel, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Bahkan di masa Pandemi Covid 19 saat ini,

Pelaksanaan pembinaan dan pelayanan kepada calon jemaah haji tetap berjalan meskipun dalam skala yang terbatas melalui program manasik haji sepanjang tahun.

“Kondisi pandemi saat ini menyebabkan pelaksanaan haji dan umrah masih di stop untuk jemaah indonesia. Kondisi ini tergantung sejauhmana kita menerapkan protokol kesehatan sehingga pandemi itu segera berlalu,” katanya.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada informasi resmi yang disampaikan berkenaan dengan kemungkinan akan diizinkannya keberangkatan jemaah umrah asal Indonesia.

Khaeroni mengaku sudah mengetahui bahwa Arab Saudi akan mulai memberikan izin penyelenggaraan umrah secara bertahap. Mereka yang dizinkan adalah warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di sana.

“Olehnya itu pertemuan ini sangat penting agar para peugas haji maupun calon jemaah haji memiliki pengetahuan dan wawasan kesehatan khususnya bagaimana mencegah penularan Covid-19,” tuturnya.

Kabid PHU Kanwil Kemenag Sulsel H. Kaswad Sartono menyampaikan, bahwa acara yang dilaksanakan selain meningkatkan kualitas pemahaman dan implementasi dari regulasi terkait penyelenggaraan Haji dan Umrah juga memahami mekanisme pelaksanaan haji dan umrah sesuai dengan standar protokol kesehatan.

“Kita belum bisa prediksi kapan pandemi ini berakhir, tidak menutup kemungkinan pada musim haji tahun depan jika situasi masih seperti ini bisa saja calon jemaah haji Indonesia belum diizinkan berangkat atau hanya 50 persen saja yang diperbolehkan,” tandasnya. (Tim Website)