Populasi Sapi Melalui Program IB Hingga September Capai 4.344 Ekor Sapi

0
134

SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai berkomitmen untuk terus meningkatkan populasi dan produksi sapi melalui Program Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik.

Inseminasi Buatan ini merupakan salah satu program unggulan Pemkab Sinjai dibawah Nakhoda Bupati Andi Seto Asapa dan Wakil Bupati Hj. Andi Kartini Ottong.

Program ini juga sangat sejalan dengan program dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian yaitu program sapi atau kerbau komoditas andalan negeri atau ‘Sikomandan’.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Sinjai, realisasi IB di awal tahun hingga 10 September 2020 mencapai 4.344 ekor dari target 6 ribu ekor sapi hingga di akhir tahun.

Kepala Seksi Budidaya dan Perbibitan Ternak Ruminansi Disnak Keswan Sinjai, Hj. Rosdiana, saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis (10/9/20) mengatakan, bahwa program IB tidak berpengaruh dengan adanya wabah Covid-19 sehingga realisasi hingga saat ini mencapai 4.344 ekor sapi atau sekitar 72,4 persen dari target.

“Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak,” katanya.

Untuk mendapatkan layanan ini kata Rosdiana, peternak bisa menghubungi langsung petugas Inseminator yang tersebar di delapan kecamatan. Sapi yang di IB juga akan mendapatkan asuransi ternak secara gratis dari Pemkab Sinjai.

Rosdiana melanjutkan, bahwa anak sapi (pedet) yang lahir melalui hasil IB hingga saat ini mencapai 1.695 ekor sapi dari target 2 ribu ekor sapi.

Sementara itu, jumlah induk sapi yang bunting hingga hari ini dari hasil IB sebanyak 2.386 ekor, sedangkan sapi yang sudah kawin alam mencapai 567 ekor.

“Hal ini menandakan bahwa kesadaran peternak untuk melakukan IB ternaknya sangat tinggi dan tentunya kami optimis target IB bisa kita capai hingga di akhir tahun,” tambahnya.

Sementara itu salah seorang peternak, Umar, dari Kelompok Tani Taipa II, di Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, mengaku sangat bersyukur dengan adanya program IB ini.

“Kami berterima kasih kepada Bupati Sinjai karena betul-betul membantu para peternak melalui program IB karena banyak keuntungan dari program ini salah satunya sapi hasil IB yang baru berumur 7 bulan sudah bisa dijual dengan harga diatas 10 juta rupiah dibanding sapi bali, ” bebernya.

Terkait dengan pemeliharannya, Umar berpendapat bahwa sapi bali maupun sapi hasil IB perawatannya sama. Hanya saja dibutuhkan komitmen untuk menekuninya.

“Kalau pemeliharannya sama saja yang penting kita mau serius untuk memelihara sapi itu, apakah itu sapi bali maupun sapi hasil IB. Bahkan dengan sapi hasil IB kita dapat keuntungan karena ada asuransi gratis dari pemerintah,” tambahnya. (Tim Website)