Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Melalui keberadaan Pustu

0
1378

SINJAI – Mengembalikan keberadaan puskesmas pembantu (Pustu) salah satu komitmen dan perhatian Pemerintah Kabupaten Sinjai, dibawah kepemimpinan Bupati Andi Seto Asapa (ASA) dan Wakil Bupati Hj. A. Kartini Ottong, pada bidang kesehatan untuk menunjang pelayanan kesehatan secara maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat Sinjai.

Hingga ditahun kedua kepemimpinannya, fasilitas kesehatan berupa pustu dan puskesmas yang ada di Sinjai menyentuh 78 desa/kelurahan. Jumlah ini terdiri dari 62 Pustu dan 16 Puskesmas. Hal ini juga sebagai bentuk komitmen Bupati dalam merealisasikan program unggulannya di bidang kesehatan yaitu 1 desa 1 puskesmas pembantu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sinjai drg. Farina Irfani saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu (12/8/20) mengatakan, bahwa dengan tersedianya fasilitas kesehatan di setiap desa itu, maka masyarakat di Sinjai sudah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan lebih mudah.

“Dari 80 desa/kelurahan yang ada di Sinjai, sudah ada fasilitas kesehatan di 78 desa/kelurahan kecuali Kelurahan Biringere Sinjai Utara dan Desa Pasimarannu, Kecamatan Sinjai Timur, namun keduanya sudah terkaver pelayanannya dengan adanya puskesmas. Jadi walaupun secara fisik tidak ada pustu disitu, tapi ada puskesmas yang menjangkaunya, sehingga semua warga di desa dan kelurahan di Sinjai akses pelayanan kesehatan sudah terjangkau dengan mudah, ” jelasnya.

Fungsi dari puskesmas pembantu ini untuk membantu melaksanakan kegiatan yang dilaksanakan puskesmas diwilayah kerjanya, untuk meningkatkan akses dan jangkauan pelayanan dasar diwilayah puskesmas, serta medukung pelaksanaan kesehatan terutama pelayanan kesehatan masyarakat.

“Jadi di pustu itu segala pelayanan dasar kita laksanakan seperti kegiatan posyandu, imunisasi, KIA , surveilance, penyuluhan kesehatan, pembedayaan masyarakat, serta mendukung program promotif dan preventif. Intinya bagaimana menjalankan peran puskesmas diwilayah lingkup lebih kecil,” jelasnya.

Sejak dua tahun terakhir menurut dia, di setiap pustu di Sinjai fasilitas kesehatan yang ada didalamnya semakin meningkat, sedangkan sumber daya manusia yang ada terdiri atas penanggung jawab atau Kepala Pustu dan memiliki tenaga kesehatan baik bidan maupun perawat.

Selain itu lanjut Farina, setiap dusun dan lingkungan di Sinjai ada penanggung dari tenaga kesehatan melalui program home visit dan home care sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak terlayani dengan cepat.

“Salah satu tugas penanggung jawab dusun yakni mengkoordinir pelayanan kesehatan diwilayahnya. Dia yang bertanggung jawab dan melakukan koordinasi dengan pustu atau puskesmas atas penatalaksanaannya sehingga semua dapat bersinergi,” tambahnya.

(Tim Website)