Peluang Usaha Peternakan Sapi di Sinjai Menggiurkan, Harga Sapi IB Cukup Fantastik

0
654

SINJAI – Sistem kawin suntik atau inseminasi buatan (IB) pada ternak sapi, yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dinilai memberi keuntungan secara finansial. Modal itu juga membuka peluang berusaha di bidang peternakan sapi yang cukup menguntungkan dan menjanjikan.

Demikian beberapa fakta yang terungkap di lokasi panen pedet (anak sapi) dan lelang sapi hasil Inseminasi Buatan (IB) di Lapangan Sinjai Bersatu yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kamis (30/7/2020).

Sapi pedet yang dihadirkan dalam event itu berkisar 500 ekor yang usianya sekitar 6-8 bulan sebagaimana dikatakan, Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Sinjai drh. Aminuddin Zainuddin telah ditawar dengan nilai yang cukup fantastik.

“Rata-rata umur 6-8 bulan itu sudah ditawar hingga sepuluh juta rupiah. Bahkan ada yang tidak mau kurang dari Rp15 juta,” kata Aminuddin.

Bahkan, hasil sistem kawin suntik atau IB pada ternak sapi yang besar seperti sapi Limousin, Simental, Brahman, Angus dengan Sapi Bali ada yang mencapai ratusan juta rupiah. Dengan begitu, pilihan pengembangbiakan sapi pedaging oleh para peternak dinilai memberi keuntungan secara finansial.

Teranyar, Aminuddin menyebut, ada miliaran perputaran uang di Kabupaten Sinjai dengan adanya Inseminasi Buatan tersebut.

“Sapi yang ada saja disini (lokasi panen pedet) ada sekitar 500. Anggaplah kita rata-ratakan Rp 10 kita per ekor, berarti Rp 50 Miliar uang yang beredar tanpa kita sadari bahwa ternyata sebanyak itu uang beredar di Sinjai,” tandasnya.

Memang, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) memiliki tekad yang tinggi untuk menjadikan kabupaten berjuluk ‘Bumi Panrita Kitta’ itu sebagai sentra industri ternak sekaligus penyuplai daging sapi potong di Sulawesi Selatan.

Diberbagai kesempatan, alumnus Monash University Melbourne Australia mengatakan, potensi dalam sektor peternakan di daerah yang di pimpinnya mencapai ribuan populasi ternak.

Sehingga, keberhasilan program swasembada sapi dengan sistem inseminasi buatan atau kawin suntik ini merupakan cerminan keberhasilan para peternak di Kabupaten Sinjai merawat ternak sapinya dan menjalankan program pemerintah.

Bahkan, ASA optimisme populasi tersebut dapat lebih berkembang dan meningkat dalam kurung waktu lima tahun memimpin Kabupaten Sinjai.

“Animo masyarakat terhadap usaha peternakan sangat tinggi sekaligus menjadi bukti bahwa peternak di Kabupaten Sinjai memiliki SDM yang mumpuni dan mampu memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki secara lebih efektif dan maksimal dalam memelihara ternak,” kata ASA.

Dikatakan, ASA populasi ternak sapi potong di Kabupaten Sinjai terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2014 sebanyak 92.355 ekor menjadi 142.480 ekor pada triwulan ke-2 tahun 2020.

Sementara, inseminasi buatan tahun 2019 Juni sampai dengan Juni 2020 sebanyak 9.981 ekor, bunting sebanyak 600.1050 ekor dan telah lahir sebanyak 3.482 ekor menunggu kelahiran sekitar 2.670 ekor.

“Ini menunjukkan sapi di Kabupaten Sinjai cukup subur,” kata ASA.

Lanjut dikatakan ASA, bahwa ternak hasil inseminasi buatan telah memberi manfaat ekonomi yang sangat besar dan nyata bagi masyarakat. Itu dibuktikan harga anak sapi hasil umur sekitar 6 bulan sebesar Rp8-Rp10 juta, hingga Rp15 juta per ekor.

“Itu juga sangat didukung oleh intervensi pemerintah melalui program-program pro rakyat yang terus digulirkan,” pungkas ASA. (Tim Website)