Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Tengah Pandemi Corona, Polusi Udara Menurun

0
41

SINJAI – Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni, guna meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet Bumi.

Tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mengambil tema Keanekaragaman Hayati atau “Biodiversity“. Keanekaragaman hayati menjadi bagian dari kehidupan manusia yang diwujudkan dari makanan sampai obat-obatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sinjai Arifuddin saat sitemui di Ruang Kerjanya, Jumat (5/6/20) mengatakan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi momentum bagi kita semua agar senantiasa dilestarikan untuk menjaga keseimbangan alam dan kelangsungan hidup manusia.

“Ditengah pandemi virus corona ini, bukan hanya membiasakan dengan mencuci tangan akan tetapi membiasakan diri untuk memelihara kebersihan di lingkungan sekitar kita sebab dengan lingkungan yang bersih penularan penyakit corona maupun penyakit lainnya dapat kita atasi, olehnya itu menjaga keseimbangan alam dan kelangsungan hidup manusia itu sangat penting,” ungkapnya.

Arifuddin berharap kepada masyarakat agar tidak mematikan pohon secara sengaja mengingat fungsi pohon selain menyimpan air juga menyalurkan oksigen.

“Rata-rata pohon mati dikota karena perilaku sebagian manusia dengan mematikan pohon meski tidak berbahaya. Olehnya jika ada pohon rawan tumbang segera laporkan ke DLHK Sinjai untuk dilakukan pemangkasan karena tidak semua pohon bisa ditebang, ” tuturnya.

Arifuddin menambahkan ditengah pandemi covid-19 ini, kualitas udara saat ini lebih bersih dibandingkan sebelum adanya covid-19, hal ini dikarenakan emisi gas buang transportasi dan pabrik berkurang drastis.

“Sisi positif dengan adanya covid ini, polusi udara berkurang karena arus kendaraan di jalan berkurang sehingga udara yang kita hirup lebih bersih,” ujarnya. (Aan/Lela Kominfo Sinjai)