Semangat Para Petani di Tengah Pandemi Corona

0
601

SINJAI – Di tengah ancaman meningkatnya penyebaran virus corona (Covid-19) membuat berbagai sektor mengalami kesulitan dan dampaknya hampir dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan bagi para petani di Kabupaten Sinjai untuk tetap menjalankan aktivitasnya sebagai petani.

Seperti yang dilakukan Kelompok Tani Marbo II di Kelurahan Samataring Kecamatan Sinjai Timur. Mereka tetap mengolah sawahnya di musim tanam ini.

Sebagai petani, untuk memproduksi hasil pertanian adalah menjadi suatu kebanggaan. Terlebih di saat keadaan seperti ini, petani meyakini produktivitasnya dapat meningkatkan daya imun dirinya dari Covid-19. 

Ketua Kelompok Tani Marbo II, Arifuddin saat ditemui, Selasa (12/5/20) mengatakan bahwa meski sebagian orang memiliki dampak adanya virus corona ini, namun pihaknya yang berprofesi sebagai petani tidak memiliki pengaruhnya dan tetap beraktivitas di sawah.

“Aktivitas kami tetap disawah sejak bulan April dan hingga saat ini sudah hampir selesai untuk ditanami padi untuk luas sawah 2 hektar, ” katanya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada kendala yang dihadapi sebab persediaan pupuk masih terjamin dan pendampingan yang yang dilajukan oleh penyuluh tetap berjalan lancar.

Hal senada diungkapkan oleh Muh Jafar, salah satu anggota Kelompok Tani Sukamaju yang berada di Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara.

Menurutnya, Ia bersama petani lainnya tetap semangat menanam padi di tengah kondisi pandemik karena keinginan untuk membantu perjuangan dalam melawan COVID-19.

“Tidak ada pengaruhnya pak, seperti biasaji jika memasuki musim hujan seperti ini kami beraktivitas di sawah untuk menjaga stok pangan” ucapnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sinjai Hj. Marwatiah membenarkan hal tersebut. Menurutnya, mereka tetap beraktivitas untuk menjaga kemandirian pangan.

“Kalau aktivitas usaha tani itu tidak ada pengaruhnya dengan adanya virus corona ini, namun yang berdampak yaitu penjualan komoditas hasil produksi petani yang mengalami penurunan, ” katanya.

Marwatiah menambahkan bahwa ketika hampir semua orang dianjurkan diam di rumah, maka penyuluh dan petani serta tenaga medis tetap beraktivitas untuk melaksanakan tugas masing-masing. Mereka pejuang kehidupan untuk menyelamatkan negeri ini dari pandemi Covid-19. (Aan/Lela Kominfo Sinjai)

Previous articlePemkab Sinjai Gelar Sosialisasi Sekolah Ramah anak secara Online
Next articlePendaftaran Siswa Baru di Sinjai Diperpanjang