Bupati Sinjai Gelar Rapat Bahas Tindaklanjut Penanganan Covid-19

0
349

SINJAI – Meski hingga saat ini belum ada warganya yang dinyatakan positif Corona Virus Disease (COVID-19), namun upaya pencegahan penyebaran virus mematikan tersebut, terus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai.

Pertama, melalui Gugus Tugas yang telah dibentuk oleh Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) intens melakukan sosialisasi ke masyarakat hingga ke pelosok sebagai langkah antisipasi penyebaran virus tersebut.

Kemudian, pembentukan posko terpadu pecegahan penyebaran Covid-19 di 13 titik di Kabupaten Sinjai. Posko ini juga aktif melakukan pemeriksaan terhadap warga yang datang di Bumi Panrita Kitta sebutan daerah tersebut.

Begitu juga, penyemprotan Disinfektan dibeberapa fasilitas umum, perkantoran, lembaga perbankan, fasilitas kesehatan, dan instansi pemerintah intens dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Tak hanya itu, Bupati telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 464 Tahun 2020 pertanggal 16 Maret 2020. Salah satu dari isi edaran itu, Bupati ASA menginstruksikan untuk menunda berbagai acara yang menghadirkan banyak orang. Termasuk meliburkan aktifitas belajar mengajar di sekolah.

Penundaan kegiatan juga menindaklanjuti instruksi dari pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan virus corona sudah merebak sampai Indonesia bahkan di Sulawesi Selatan.

Berkaitan dengan tindaklanjut Penanganan Covid-19 tersebut, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) kembali menggelar rapat terbatas, Kamis (26/3/2020) sore tadi.

Dalam rapat tersebut, tutur hadir Ketua DPRD Sinjai Lukman H. Arsal, Kajari Sinjai Ajie Prasetya, Asisten I Administrasi Pemerintahan Setdakab Sinjai Mukhlis Isma, Kapolres Sinjai AKBP Iwan Irmawan, serta sejumlah kepala OPD Lingkup Pemkab Sinjai

Dalam kesempatan itu, Bupati ASA menyatakan bahwa kebijakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai mengenai surat edaran masih dalam bentuk himbauan, tetapi belum sampai pada tingkat larangan.

“Jadi kami sampaikan bahwa belum ada larangan kami berikan, kami tidak bisa melarang mereka (masyarakat) untuk datang ke masjid misalnya, ataupun larangan untuk berkumpul seperti yang dilakukan oleh beberapa Kabupaten lain. Tetapi sebagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus ini kita harapkan adanya kesadaran masyarakat itu sendiri,” kata ASA.

“Mengenai pelarangan, belum termasuk dalam kebijakan yang telah dikeluarkan, karena saya cuma menghimbau masyarakat untuk tidak berkumpul tetapi tidak dalam bentuk larangan,” sambungnya.

Sementara terkait dengan larangan untuk berkumpul kata Bupati ASA, ada dipihak kepolisian, sesuai dengan maklumat Kapolri Jendral Idham Aziz.

Diketahui dalam, Maklumat Kapolri bernomor Mak/2/III/2020 pada 19 Maret 2020 menginstruksikan untuk mengerahkan pasukannya guna menindaklanjuti arahan presiden Joko Widodo.

Dalam maklumatnya, Idham meminta agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang atau massa dalam jumlah besar. Baik di tempat umum mau pun lingkungan sendiri.

Kegiatan yang dimaksud dapat berupa pertemuan sosial, budaya dan keagamaan seperti seminar, lokakarya, sarasehan, konser musik pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsionis keluarga, olahraga, kesenian dan jasa hiburan.

Sementara itu, Kapolres Sinjai AKBP Iwan Irmawan mengatakan setelah melakukan Video Conference dengan Kabaharkam Polri. Kata Iwan, Polri menyampaikan, terima kasih kepada pemda dan juga intansi terkait yang sama-sama terjun melakukan pencegahan Covid-19 ini

“Pada intinya kami siap mendukung kebijakan Bupati Sinjai terutama pada pelarangan cafe-cafe, karena memang itu sensitif sekali, tapi itu ada juga imbasnya. Sebab apabila perekonomian menurun, kejahatan akan naik,” kata Iwan.

Meski begitu, Iwan menyarankan mengenai larangan kumpul di cafe-cafe/warkop misalnya, bisa di sistemkan dengan menggunakan jasa Delivery.

“Sistemnya beli saja ngga usah kumpul disitu, pesan order beli dan dibawah pulang. Jadi mungkin tetap buka cafe, tapi tidak boleh duduk lama disitu. Atau bisa juga pesan antar pakai aplikasi. Ini hanya saran saja,” ketus Iwan.

( Jum / Icha Kominfo Sinjai)