Prospek Ekonomi Kreatif di Sinjai Menjanjikan

0
78

SINJAI – Ekonomi kreatif dinilai memiliki prospek yang menjanjikan dan menjadi unggulan dalam perekonomian. Dibutuhkan dukungan semua pihak agar ekonomi kreatif terus tumbuh dan berkembang.

Demikian disampaikan tim Ahli dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhas Makassar Dr. ir. Hikmah M. Ali saat yang ditugaskan dalam mengkaji prospek pengembangan ekonomi kreatif di Sinjai. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kreatif nasional melebihi sektor lain.

Angka tersebut melebihi pertumbuhan sektor energi, pertanian, perkebunan, kehutanan, jasa, industri pengolahan dan lainnya. Ini mengindikasikan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan.

Potensi tersebut perlu diinventarisasi agar strategi pengembangannya lebih terarah. Pemerintah daerah Sinjai juga menempatkan sektor ekonomi kreatif untuk terus dikembangkan.

Di Kabupaten Sinjai kata Hikmah, prospek pengembangan ekonomi kreatif cukup besar dimana di daerah ini memiliki berbagai potensi yang bisa berkembang mulai dari kuliner hingga berbagai hasil kerajinan para pelaku usaha.

Ekonomi kreatif di Sinjai yang memiliki potensi besar untuk berkembang menurut Hikmah adalah kuliner dari hasil perikanan seperti yang terdapat di Kompleks TPI Lappa. Hanya saja perlu didukung dengan sumber daya lain untuk meningkatkan kualitas dari sisi layanan dan suasana tempat.

“Jika selama ini fokus di Lappa dengan wisata kuliner makan malam, kedepan mungkin perlu ada kreativitas agar tidak monoton seperti warung diatas kapal atau diatas empang atau inovasi lainnya sehingga suasana seolah-olah makan di atas kapal,” tandasnya.

Selain itu lanjut Hikmah, dalam tiga tahun terakhir ini yang berkembang di Bumi Panrita Kitta adalah usaha warung kopi, namun ini masih perlu pengembangan sebab ekonomi kreatif tidak bisa jalan tanpa inovasi yang terus dilakukan untuk mendorong perekonomian.

Sementara dari sisi kerajinan yang dihasilkan oleh para pengrajin di Sinjai dinilai cukup banyak namun belum berproduksi secara komersial kecuali produk sapu ijuk dari Desa Gantarang namun daya saing masih perlu ditingkatkan.

“Sapu ijuk ini cukup menjanjikan, namun masalah bahan baku yang sulit terkadang dijumpai pengrajin karena tumbuhan aren terbatas sehingga pengembangan kerajinan harus diikuti pengembangan sumber daya baru,” ujarnya. (AaN Kominfo Sinjai)