Pasca Bawang Putih, Harga Gula Pasir di Sinjai Ikut Meroket

0
277

SINJAI,- Harga gula pasir dibeberapa daerah di Indonesia meroket tajam. Tak terkecuali harga gula pasir di Pasar Sentral Sinjai.

Menurut salah satu pedagang, Rohani yang ditemui mengemukakan harga per liter gula pasir di Pasar Sentral Sinjai tembus dikisaran 15-17 ribu rupiah per liter.

Kenaikan harga gula pasir di Bumi Panrita Kitta tersebut, kata Rohani sudah berlangsung selama dua pekan lamanya.

Dengan kondisi yang ada, Rohani mengaku harus menjual di atas harga sebelumnya yang hanya dikisaran Rp12-13 ribu.

“Mau tidak mau pak dari pada kita rugi karena harga satu karung gula pasir itu sebelumnya Rp600 ribu lebih kini sudah Rp840 ribu lebih dan itu kenaikannya bertahap”, kata Rohani yang ditemui di Pasar Sentral Sinjai, Rabu (11/3/2020)

Terpisah, Kepala Seksi Pengawasan dan Penyaluran Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Sinjai, Burhanuddin, tak menampik kenaikan harga gula pasir tersebut.

Menurut Burhanuddin, pemicu kenaikan harga gula pasir karena tidak seimbangnya pasokan dibanding permintaan, dalam artian kurangnya stok dari distributor sedangkan permintaan pasar dan konsumen meningkat.

“Jadi ini memang sudah menjadi isu nasional, di Kabupaten Bone saja yang jelas ada pabrik gulanya malah juga menipis. Diperkirakan masih akan berlanjut”, ujarnya.

Meski demikian, Burhanuddin berharap masyarakat bersabar sebab langkah antisipasi dari kenaikan harga gula pasir diupayakan baik dari pemerintah pusat maupun Pemkab Sinjai.

Tidak hanya gula pasir, kata dia saat ini kenaikan harga bawang putih masih terjadi. Harga saat ini dikisaran Rp50 ribu per kilogram.

“Ini juga bawang putih masih tinggi karena memang kita impor bahkan 80 persen dari China. Dikhawatirkan virus corona juga apalagi Indonesia sudah perketat barang impor”, jelasnya. (Irawan Kominfo Sinjai)

Previous articlePemenuhan Gizi Anak Jadi Perhatian Puskesmas Mannanti
Next articleDinsos Salurkan Bantuan Kepada Korban Anging Puting Beliung di Sinjai Borong