Dihadapan Gubernur, Bupati Beberkan Realisasi Program Visi Misi Pemkab Sinjai

0
125

SINJAI – Kepemimpinan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) dan Wakil Bupati Sinjai Hj Andi Kartini Ottong telah memasuki tahun kedua. Dalam kurun waktu 17 bulan memimpin Sinjai, telah banyak berbuat untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Sinjai.

Realisasi program itu dibeberkan ASA dihadapan Gubernur Sulsel, Prof Dr H M Nurdin Abdullah, pada puncak Hari Jadi Sinjai (HJS) Ke-456 di Halaman Rujab Bupati Sinjai, Jalan Persatuan Raya, Kamis (27/2/2020).

Misi yang pertama adalah berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik berlandaskan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, bersih, profesional, transparan dan partisipatif.

Untuk itu Pemkab Sinjai dibawah Pemerintahan ASA-Kartini, terus berfokus membenahi tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sinjai dan berhasil mencapai Indeks Refomasi Birokrasi dengan nilai 57,11 atau peringkat ketiga di Sulawesi Selatan.

“Ini patut disyukuri bahwa pada Akuntabilitas Pemerintah Daerah (SAKIP) kita berhasil memperoleh nilai 64,85, naik 2,73 poin dari tahun sebelumnya, sekaligus mempertahankan predikat B dan menjadi satu dari 10 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang memperoleh nilai tersebut”, ucapnya.

Pada misi kedua, mewujudkan peran Kabupaten Sinjai sebagai penyelenggara pelayanan dasar yang memuaskan serta sebagai pusat pelayanan pada bidang-bidang strategis. Tekad tersebut untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal pada enam urusan wajib pelayanan dasar secara maksimal.

Seperti dibidang pendidikan, Pemkab menyediakan bantuan berupa pakaian seragam dan perlengkapan sekolah untuk seluruh siswa baru di tingkat SD dan SMP dengan jumah total 6.747 orang siswa. Pemkab juga meyediakan paket-paket beasiswa untuk para pelajar, dan mahasiswa yang pada Tahun 2019 lalu paket beasiswa tersebut diterima oleh sejumlah 156 orang.

Berbagai inovasi juga telah dijalankan dibidang kesehatan. Program Home Care and Home Visit sebagai wadah untuk memberikan tindakan medis langsung ke rumah-rumah warga yang membutuhkan, program ini telah dinikmati oleh sejumlah 9.700 pasien Home Visit dan 4.672 pasien Home Care pada Tahun 2019 yang lalu.

Fasilitas rumah singgah untuk keluarga pasien tidak mampu yang membutuhkan tempat tinggal sementara di Makassar telah tersedia sejumlah 3 rumah, dan telah membantu sejumlah 370 pasien pada Tahun 2019 yang lalu. Salah satu program yang dilaksanakan dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), telah disediakan Rumah Tunggu Kelahiran pada 9 kecamatan dan telah dimanfaatkan sejumlah 68 pasien di Tahun 2019.

“Nah, sebagai upaya mewujudkan universal health coverage (UHC), kita juga telah mempermudah proses pelayanan jaminan kesehatan dengan hanya menggunakan KTP/KK bagi masyarakat Sinjai”, pungkasnya.

Fokus selanjutnya yaitu mengembangkan Tahura Abdul Latief dan Hutan Mangrove Tongke-tongke untuk menjadi Pusat Pelayanan Strategis Ekowisata di Kabupaten Sinjai.

Di tahun 2019 telah tersedia dokumen profil Taman Hutan Raya Andi Abdul Latief yang akan dijadikan pedoman pengembangan TAHURA. Sementara di Hutan Mangrove Tongke-tongke telah ditambahkan fasilitas pendukung berupa Gazebo, boardwalk, anjungan dan menara pandang sebagai sarana penunjang bagi para wisatawan yang berkunjung.

Pada misi ketiga, Mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi Pemerintah, pelaku usaha dan kelompok-kelompok masyarakat dalam berkembangnya iklim usaha dan investasi serta pemanfaatan pendapatan daerah secara tepat. Pemkab telah memfasilitasi penyaluran kredit dengan nilai total kredit 272 milliar lebih kepada para pelaku usaha mikro, dan didukung dengan berbagai jenis pelatihan keterampilan untuk menciptakan wirausahawan baru.

“Melalui program-program ini kita akan terus menekan angka pengangguran dan pada akhirnya mengurangi angka kemiskinan. Tercatat sejauh ini kita berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 9,28% pada tahun 2018 menjadi 9,14% di tahun 2019”, ujarnya.

Khusus terhadap upaya peningkatan pendapatan daerah terutama untuk meningkatkan proporsi PAD terhadap total APBD, Pemkab juga terus berinovasi salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan pajak daerah.

Melalui pemanfaatan Mobile Payment Online System (MPOS) yang ditempatkan pada beberapa tempat usaha yang menjadi objek pajak hotel dan restoran, memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penerimaan PAD. Secara keseluruhan pada akhir tahun 2019 realisiasi pendapatan asli daerah kita mengalami peningkatan 7,39% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam misi keempat, Meningkatkan kecerdasan dan kualitas sumberdaya manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Misi ini juga diangkat untuk menjawab masalah rendahnya angka Indeks Pembangunan Manusia di Sinjai.

Dari segi perwujudan peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia yang beriman dan bertaqwa telah dilaksanakan berbagai program keagamaan. Di Tahun 2019 yang lalu Pemkab telah memberikan insentif kepada 3.209 petugas keagamaan yang terdiri dari 80 orang imam Desa/Kelurahan, 720 imam masjid, 800 guru mengaji, 720 petugas riayah, 720 muazzin, dan 169 petugas penyelenggara jenazah.

Selain itu, Pemkab berhasil mencetak 20 orang hafidz Al Qur’an melalui kerja sama dengan pesantren, dan akan bertambah 20 orang lagi di tahun 2020 ini, serta berhasil membentuk Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sinjai yang diharapkan keberadaannya dapat semakin mempermudah para wajib zakat menyalurkan zakatnya sekaligus membantu Pemerintah Daerah dalam penanganan masalah-masalah sosial di tengah masyarakat.

Dalam misi kelima, Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana/prasarana publik serta infrastruktur dalam mengoptimalkan perkembangan dan koneksivitas antar wilayah.

Di bidang infrastruktur, Pemkab terus melakukan perbaikan maupun peningkatan kualitas jalan pada beberapa ruas yang strategis untuk membuka akses ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit terjangkau. Tahun 2019 lalu melakukan perintisan jalan sepanjang 10 km di wilayah Kecamatan Bulupoddo yang membuka akses ke Makassar melalui Kecamatan Bonto Cani, Kabupaten Bone.

“Tahun 2020 ini kembali ditargetkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan sepanjang total 141,21 Km dengan harapan dapat membuka akses dengan baik ke seluruh pelosok wilayah Sinjai”, tandasnya.

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa akses air bersih, melalui program pemenuhan air bersih kita telah mampu memenuhi sebesar 90,24% dari total kebutuhan air bersih di Kabupaten Sinjai. Sedangkan capaian pembangunan sanitasi sudah mencapai 90,35%.

Dalam misi keenam, Mendorong terciptanya ketenteraman dan ketertiban umum serta kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang patuh kepada hukum. Dalam mewujudkan misi ini Pemkab telah berupaya untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinergitas dengan menjalin komunikasi dan kerjasama yang intens dengan stakeholder terkait.

Serta dalam rangka mingingkatkan pelayanan pemadam kebakaran telah ditambahkan dua unit mobil tangki penyuplai air pemadam kebakaran. Kemudian untuk memperluas jangkauan layanan pemadam kebakaran, Pemkab telah menyiapkan masing-masing 1 (satu) unit armada pemadam kebakaran dilengkapi dengan bak supplay air dan regu pemadam kebakaran yang mencakup pelayanan di wilayah Kecamatan Sinjai Selatan dan Sinjai Barat.

“Terkait ini, saya juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam bagi para korban kebakaran pasar sentral Sinjai. Kejadian ini merupakan musibah di tengah kegembiraan kita merayakan Hari Jadi Sinjai. Tentu kami tidak menutup mata dan akan terus berupaya melakukan pambenahan agar kinerja pelayanan kita dapat lebih baik lagi”, sambungnya.

Pada misi ketujuh, Berupaya memelihara kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam pada wilayah pulau dan pesisir, dataran rendah serta pegunungan dalam mendukung keberlanjutan pembangunan. Dalam misi ini Pemkab fokus pada penanganan sampah yang selama ini masih menjadi permasalahan di tengah masyarakat kita.

Untuk meningkatkan kualitas penanganan sampah maka beberapa program pendukung seperti kajian pengelolaan sampah perkotaan, Bank Sampah dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu tetap dijalankan. Agar penanganan sampah dapat berjalan optimal maka TPA Tondong telah kembali menggunakan metode sanitary landfield.

“Patut pula disyukuri bahwa perhatian kita terhadap lingkungan telah berhasil membawa Piala Adipura untuk Kabupaten Sinjai”, jelasnya.

Meski demikian, ASA dari semua yang telah dilaksanakan tentunya masih terdapat banyak kekurangan sebagai bahan evaluasi bersama serta masih banyak tantangan yang menghadang di depan. Tapi dengan semangat dan optimisme yang tinggi ASA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengerahkan segala daya untuk memajukan Kabupaten Sinjai yang sama-sama kita cintai ini.

“Inshaa Allah, kebersamaan kita di Sinjai masih cukup panjang, dan masih tersisa banyak waktu untuk menorehkan sejarah untuk Sinjai. Mari berbuat yang terbaik untuk Sinjai yang kita cintai, bukan untuk sekedar membangun nama besar dan kebanggaan, atau sekedar mewariskan kejayaan untuk generasi mendatang, tetapi mari kita niatkan sebagai ibadah dan ladang pahala untuk dipertanggungjawabkan di akhirat nanti”, ungkapnya. (Irawan Kominfo Sinjai)