Ini Realisasi Program Pemkab Sinjai di Bidang Kesehatan Dua Tahun Kepemimpinan Andi Seto-Andi Kartini

0
201

SINJAI – Tak terasa, masa jabatan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) dan Wakilnya Hj. Andi Kartini Ottong memasuki tahun kedua memimpin Kabupaten Sinjai. Selama itu pula banyak kritikan, saran, dan apresiasi datang dari berbagai kelompok masyarakat kepadanya, seiring berjalannya roda pemerintahan melalui kebijakan yang sudah dilakukan maupun sedang dikerjakan.

Namun, perlahan duet pasangan ini mampu melewati masa-masa sulit dan memberikan keyakinan kepada masyarakat di Bumi Panrita Kitta. Bahkan tangan dinginnya sosok pemimpin yang muda dan energik ini, telah melakukan beberapa langkah awal untuk membuka jalan demi terwujudnya visi misi Kabupaten Sinjai lima tahun kedepan.

Program pembangunan untuk kesejahteraan rakyat sudah pasti telah tersusun, disamping pada janji politik, baik Andi Seto maupun Andi Kartini berupaya keras mengaplikasikannya. Salah satu dari deretan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Sinjai pasca dilantiknya oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Baruga Andi Pangerang Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar pada 26 September 2018 lalu adalah bidang kesehatan.

Di bidang ini, sejumlah inovasi dan terobosan yang telah dicanangkan Bupati ASA dan Wabup Kartini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah yang memiliki slogan ‘Sinjai Bersatu’.

Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Andi Suryanto Asapa mengemukakan, pada bidang kesehatan program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai dibawah kepemimpinan Bupati Andi Seto Asapa (ASA) dan Wakil Bupati Hj. Andi Kartini Ottong yang telah terealisasi diantaranya, Jamkesda Plus.

Suryanto menuturkan, dalam program Jamkesda Plus ini terbagi dalam beberapa item seperti pelayanan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu baik yang berada di Sinjai maupun luar Sinjai. Program ini bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Keluarga (KK), khususnya bagi yang belum mendapatkan kartu BPJS.

Selain itu, item lainnya yakni pelayanan gerai satu pintu di RSUD Sinjai dengan menempatkan petugas dari Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, BPJS, Jasa Raharja dan petugas Dinas Kesehatan. Kemudian, antar jemput pasien dari rumah ke puskesmas atau ke rumah sakit dan atau sebaliknya, dari rumah sakit ke rumah pasien.

“Jadi saat ini masyarakat dimudahkan dengan adanya program Bupati Sinjai, sebab hanya dengan menggunakan KTP dan KK masyarakat sudah bisa berobat ke rumah sakit ataupun puksesmas. Sambil dirawat pasien juga bisa mengurus BPJS, tentu BPJS dengan senang hati pasti akan menerbitkan itu,” ujarnya saat ditemui, Selasa (25/2/2020).

Lanjut kata Suryanto, program lainnnya meliputi penyediaan rumah singgah pasien atau keluarga di Makassar. Program ini diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mampu saat sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit Makassar, seperti di RS Wahidin, RS Daya, RS Labuang Baji dan RS Haji.

Rumah singgah pasien itu beralamat di Kompleks BTN Wesabbe sebanyak dua unit di Blok C Nomor 53 dan nomor 54, serta di Jalan Descartes Perumahan dosen UNHAS Blok AG Nomor 4.

“Program ini juga sudah terlaksana dan saat ini sudah ada tiga fasilitas rumah singgah yang telah disiapkan oleh Pemkab Sinjai. Pasien baru yang telah menggunakan fasilitas itu ada 77 orang sedangkan pasien yang berulang-ulang kurang lebih 157 orang,” kata Suryanto.

Rumah singgah tersebut, ungkap Suryanto, diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu atau kelas III.

Masih kata Suryanto, demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, Pemkab Sinjai juga menghadirkan program home care dan home visit. Layanan kesehatan dor to dor atau mengunjungi langsung rumah-rumah, telah dirasakan manfaatnya oleh masyakat Sinjai hingga di pelosok.

Diprogram ini, tenaga medis yang telah ditugaskan selain memberikan pelayanan kesehatan juga memberi edukasi mengenai perilaku kesehatan yang mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Program ini sudah ada disetiap puskesmas, kemudian di program lainnya ada Public Safety Center (119) dan penempatan penanggung jawab dusun atau lingkungan minimal satu perawat dan bidan,” jelasnya.

Lebih lanjut dr. Dedet sapaan Andi Suryanto Asapa mengutarakan, program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sinjai lainnya adalah pemberian insentif bagi tenaga sukarela kesehatan. Peningkatan kualitas dan mutu layanan kesehatan bagi dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Pemberian insentif dan peningkatan fasilitas bagi dokter di puskesmas. Serta pemberian insentif tambahan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil, serta Call Center 119 terpadu selama 24 jam.

Selain itu, sambung dr. Dedet, program lainnya yang sudah terlaksana yakni, menfasilitasi lulusan SLTA sederajat untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran. Dalam program ini pada tahun 2019 terdapat satu orang yang mendapatkan beasiswa.

“Saya tentu mengharapkan banyak orang yang mau jadi dokter, tapi kebetulan dalam program ini hanya ada satu orang yang mendaftar. Seandainya bisa 10 orang tentu kami sangat senang karena memang Sinjai membutuhkan dokter umum terkhusus di puskesmas, dengan begitu tentu kita tidak perlu lagi melakukan kontrak terhadap dokter umum,” katanya.

Di Program lainnya, tambah dia, pembangunan dua rumah sakit tipe D di Kecamatan Sinjai Selatan dan Barat. Program satu Desa atau Kelurahan puskesmas pembantu (Pustu) serta pelayanan gratis operasi katarak, bibir sumbing dan penyakit khusus lainnya secara berkala.

“Untuk pembangunan rumah sakit tipe D saat ini sudah memiliki DED, gambar dan perencanaanya demikian juga lahan dan tempatnya sudah siap. Mudah-mudahan tahun ini bisa teralisasi. Sementara untuk pustu hingga saat ini sudah ada 63 di 80 desa dan kelurahan yang tersebar di beberapa kecamatan,” beber dr. Dedet.

Kemudian, lanjut dia penyediaan speed boat yang saat ini sementara dilakukan perencanaan tambahan untuk satu unit. Rencananya, speed boat tambahan ini akan diserahkan langsung oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah pada puncak Hari Jadi Sinjai (HJS) ke-456 27 Februari mendatang.

“Jadi semua program unggulan di bidang kesehatan semua sudah dilaksanakan, cuman memang ada yang belum 100 persen, tetapi apa yang telah dilaksanakan tersebut terus akan berjalan selama satu periode kepemimpinan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa dan Wakil Bupati Hj. Andi Kartini Ottong,” pungkas dr. Dedet. (Jumardi Kominfo Sinjai)