Setahun, Kartunisasi Ternak Sumbang PAD Rp 500 Juta

0
72

Sinjai – Sektor peternakan di Kabupaten Sinjai masih sangat potensial. Bahkan Bumi Panrita Kitta julukan daerah tersebut merupakan salah satu kabupaten yang paling memiliki potensi ternak yang paling memadai.

Teranyar, Sinjai juga menjadi salah satu penyumbang supplier sapi potong dan sapi bibit ke daerah lain. Potensi akan hal itu, sektor peternakan dalam satu tahun mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga ratusan juta rupiah.

Sebut saja, kartunisasi ternak yang saat ini diterapkan Pemkab melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan(Disnakeswan) Sinjai. Tak tanggung-tanggung dalam kartunisasi ternaik ini, menyuplai PAD untuk Sinjai kurang lebih Rp.500 juta dalam setahun.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sinjai drh.H. Aminuddin Zainuddin, menjelaskan, kartunisasi ternak sangat penting bagi masyarakat yang memiliki ternak sapi. Sebab, selain sebagai tanda kepemilikan hewan, kartunisasi ini juga berguna sebagai kartu kontrol kesehatan hewan ternak sapi.

Aminuddin menyebutkan, program kartunisasi ternak yang diterapkan selama kurang lebih 15 tahun tersebut, dalam setahunnya pihaknya melayani atau mengeluarkan kartu 50 ribu untuk ternak.

“Kartunisasi ini merupakan sumber PAD Pemerintah Daerah. Kalau di perda itu biayanya Rp10.000 per ekor, baik yang baru lahir maupun pengesahan. Jadi PAD Dinas Peternakan dari kartunisasi ini kurang lebih Rp500 juta dalam satu tahun,” ungkap Aminuddin dalam program dialog interaktif di Sinjai TV dan Suara Bersatu FM Sinjai, Selasa (21/1/2020).

Lebih lanjut Aminuddin membeberkan bahwa, Sinjai satu-satunya Kabupaten yang hingga saat ini masih konsisten mengaplikasikan kartunisasi ternak tersebut.

“Alhamdulilah sudah berjalan selama 15 tahun, dan ini terus kita kembangkan,” pungkasnya. (Jum Kominfo Sinjai)