spot_img
Monday, May 20, 2024
More
    spot_img

    AKI, AKB dan Stunting di Sinjai Menurun

    More articles

    Angka Kematian Ibu dan Bayi serta kasus stunting di Kabupaten Sinjai masih tinggi olehnya itu Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel melakukan Pertemuan forum koordinasi dengan lintas sektor untuk mengetahui penyebab terjadinya permasalahan kesehatan tersebut.

    Kepala Seksi Kesmas dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Erna Kumalasari saat ditemui, disela-sela acara di Rumah Makan Nikmat, Senin (14/10/19) mengatakan bahwa AKI maupun AKB di Sinjai masih tinggi sedangkan stunting, tahun ini Sinjai masuk kategori lokus kabupaten stunting dimana angka stunting setinggi 42,5 persen dan berada di urutan kedelapan di Sulsel.

    Terkait penanganannya, Erna menjelaskan untuk mengurangi AKI dan AKB maupun stunting bukan hanya penanganan dilakukan pada saat ibu mulai hamil akan tetapi mulai dari remaja hingga lansia.

    “Penanganan AKI dan AKB kita bicara siklus kehidupan,
    dimasa remaja sendiri kita lakukan penyuluhan terhadap remaja, untuk stunting sendiri kami fokuskan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri yang kita berikan satu minggu satu kali selama satu tahun,” katanya.

    Selain itu dari sejak hamil, pemeriksaan kehamilan dilakukan secara teratur minimal 4 kali, pemberian penambah darah dan intervensi blterhadap 1000 hari kehidupan pertama anak.

    Menurut Erna, penanganan permasalahan ini tidak akan berjalab maksimal tanpa adanya kebersamaan dan komitmen dari lintas sektoral atau OPD terkait.

    “Kami dari Dinkes sendiri ada penanganan spesifik dan luar kesehatan itu namanya penanganan sensitif, misalnya dari Dinas Perikanan dan PKK melalui gerakan makan ikan bersama, ” bebernya.

    Sementara itu Kadis Kesehatan Siniai dr. A. Suryanto Asapa mengakui bahwa tiga permasalahan kesehatan ini masih menjadi persoalan utama di Sinjai.

    Namun AKI, AKB maupun permasalahan stunting mengalami penurunan tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sampai saat ini AKI di Sinjai ada 7 kasus, sedangkan tahun lalu berada di rangking 2 dengan 12 angka kematian, demikian juga AKB yang juga mengalami penurunan.

    Sementara untuk angka stunting kata Kadinkes, berdasarkan hasil survei, Sinjai berada di posisi 4 dan 8, sedangkan tahun sebelumnya berada di posisi kedua tertinggi.

    “Hasil Riskedas (Riset Kesehatan Dasar) kita turun diposisi keempat sedangkan hasil survei gizi kita turun diposisi delapan jadi da penurunan angka stunting” sebutnya.

    Ia berharap dengan adanya korvegensi percepatan penanganan stunting tahun 2020, masalah stunting di Sinjai dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan melibatkan OPD terkait. (AaN Kominfo Sinjai)

    - Advertisement -spot_img

    Latest