Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti Gelar Monev dan Pembinaan Klaster Inovasi Gula Aren

0
250

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan monitoring pembinaan yang dirangkaikan dengan Focuss Group Disscussion (FGD) klaster inovasi gula aren bertempat di Rumah Produk Aren Desa Bonto Sinala Kecamatan Sinjai Borong, Kamis (10/10/19).

Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi Kemenristek Dikti Eka Gandara mengatakan bahwa kujungannya ke Sinjai untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pembinaan program klaster inovasi daerah.

Dikatakannya bahwa, Inovasi daerah adalah sebuah wahana yang diciptakan untuk membentuk sebuah iklim sistem inovasi daerah dengan mensinergikan berbagai program untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah suatu produk di daerah.

“Sinjai ini sejak tahun 2017 kita sudah tetapkan sebagai klaster inovasi gula aren sehingga potensi gula aren yang ada disini kita tingkatkan nilai tambah dan ekonominya melalui pendekatan teknologi,” katanya.

Melalui klaster ini yang melibatkan beberapa stakeholder mulai dari Perguruan Tinggi Unhas Makassar, Balitbangda Provinsi Sulsel dan Pemerintah Daerah pihaknya secara bahu membahu mewujudkan terwjudnya industri berbasis unggulan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tahun ini kita lakukan penguatan melalui infrastruktur seperti peralatan dan teknologi dan peran dari pemkab melalui rumah produksi sehingga dengan adanya sinergitas program ini bisa memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Eka berharap melalui peralatan yang diberikan, gula aren yang selama ini dalam bentuk gula batok bisa dikembangkan menjadi gula semut maupun dalam bentuk gula cair sehingga nilai ekonominya bertambah.

Sementara itu Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Setdakab Sinjai dr. Hj. Nikmat B. Situru yang hadir dalam kegiatan ini berharap insfrastruktur yang diberikan baik rumah produksi maupun peralatan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga gula semut yang direncakan dapat dipasarkan.

“Potensi yang ada sangat besar tinggal bagaimana petani kita memanfaatkan nira itu dijadikan gula yang lebih berkualitas, ekonomis dan menjanjikan,” ujarnya.

Hal yang sama diutarakan Kepala Desa Bonto Sinala, Mappanyukki, ia berharap dengan adanya bantuan ini produksi dari gula batok menjadi gula semut dapat dilaksanakan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan warga setempat. (AaN Kominfo Sinjai)

Previous articleBPKP Sulsel Bekali Pejabat Dinkes dan Disdik Sinjai Upaya Pencegahan Korupsi
Next articleWabup Sinjai Ajak Masyarakat Lestarikan Pesta Adat Marimpa Salo