Pemkab Pastikan Anak Pengungsi Kerusuhan Wamena Dapatkan Pendidikan Selama di Sinjai

0
29

Pemerintah Kabupaten Sinjai, memastikan enam anak usia 4-14 tahun yang menjadi pengungsi kerusuhan Wamena akan mendapatkan fasilitas pendidik selama berada di Kabupaten Sinjai.

Menurut Kepala Kesbangpol Sinjai, A. Jefrianto Asapa, itu berdasarkan intruksi Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa, sekaligus sebagai wadah pemulihan trauma anak Pengungsi pasca kerusuhan Wamena di akhir September 2019 lalu.

Menindak lanjuti hal itu, pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sinjai. Mereka akan dititipkan sementara sesuai jenjang pendidikan masing-masing anak.

“Insha Allah kita akan titipkan, semoga pergaulan dan lingkungan sekolah bisa meminimalisir trauma yang dialami sebelum kembali ke Wamena”, pungkasnya.

Tidak hanya itu, Pemkab juga memastikan akan memperhatikan dan terus melakukan pemantauan selama pengungsi kerusuhan Wamena berada di rumah kerabatnya.

“Kita akan tetap perhatikan dengan kebutuhan sehari-harinya karena bagaimana pun pengungsi ini menumpang dirumah kerabatnya”, jelasnya.

Diketahui, sebanyak delapan pengungsi kerusuhan Wamena tiba di Bumi Panrita Kitta, Senin (07/10/19) petang. Mereka dijemput Pemkab Sinjai dibawah koordinasi Kesbangpol, Dinsos dan BPBD di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Delapan pengungsi tersebut, terdiri dari dua keluarga. Enam orang diantaranya merupakan anak-anak. (Irawan Kominfo Sinjai)