Simak Pengakuan Masyarakat Soal Kehadiran Rumah Singgah yang Disiapkan Bupati Sinjai di Kota Daeng

0
115

Terobosan pemerintahan Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa dan Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong satu tahun memimpin Sinjai, khususnya di bidang kesehatan benar-benar sudah dirasakan manfaatnya.

Adalah, program Rumah Singgah Pasien di Makassar (Kota Daeng) yang diluncurkan Bupati Sinjai pasca dilantiknya sebagai kepala daerah itu, diakui sejumlah warga sangat meringankan beban pasien saat menjalani pengobatan dan keluarganya.

Bustang (57) Warga Dusun Lambari Desa Tellulimpoe, Kecamatan Telulimpoe mengaku sudah dua kali menggunakan fasilitas rumah singgah pasien Pemkab Sinjai.

Bustang yang di diagnosa mengalami Hyperuricaemia itu, merespon baik terobosan Bupati Sinjai. Pasalnya kata dia, jauh berbeda dengan kepemimpinan Bupati sebelumnya.

“Terobosan Pak Bupati karena telah menyediakan rumah singgah saat kita menjalani pengobatan di Makassar itu sangat membantu bagi saya,” ungkapnya saat ditemui dikediamannya, Selasa (1/10/2019).

Bustang membeberkan, fasilitas yang ada di rumah singgah itu, juga terbilang lengkap. Mulai dari fasilitas tempat tidur dan fasilitas lainnya. Sehingga terobosan pemerintahan Bupati Andi Seto Gadhista Asapa diakuinya, membawa manfaat bagi masyarakat.

“Luar bisa ini, Bupati yang mampu menghadirkan rumah singgah untuk warganya. Sekali lagi bahwa manfaatnya sangat saya rasakan, kita perlu bersyukur dengan adanya program pak Andi Seto, jika dibandingkan degan dulu-dulu itu, tidak ada rumah singgah,” kata Bustang

Lebih lanjut Bustan mengatakan bahwa, selain fasilitas petugas kesehatan yang ada di Rumah Singgah juga setia menemani hingga selesai masa pengobatan.

“Ada juga perawat dan dokter yang selalu menemani kita sampai di Rumah Sakit, bahkanbtranspor, makan dan minum selama pengobatan di Makassar juga ditanggung oleh pemerintah”, Tambahnya.

Sementara itu warga lainnya Herlina. Dia juga mengaku beberapa kali menggunakan fasilitas rumah singgah lantaran anaknya Muh. Varel Ramadhan saat berumur 8 bulan di diagnosa mengalami Glukoma Kongenital.

Muh.Varel Ramadhan saat berumur 8 bulan di diagnosa mengalami Glukoma Kongenital.

“Pelayanannya betul-betul sangat bagus, karena perawat disana naantarki terus ke rumah sakit sampaita pulang,” kata dia.

Merasa terbantu dengan adanya rumah singgah tersebut, Herlina juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena telah menyediakan fasilitas itu.

“Terima kasih atas bantuan fasilitasnya, ini membuat kita tidak terbebani lagi dengan biaya-biaya lainnya,” ungkapnya. (Irawan/Ramling Kominfo Sinjai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here